← Beranda

Kenali ADHD Pada Anak, Mulai Karakteristik hingga Terapi Pengobatan Gangguan Mental

Dianita Devi PutriJumat, 27 Oktober 2023 | 23.56 WIB
Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) membuat anak-anak kesulitan memusatkan perhatian pada sesuatu di satu waktu.

JawaPos.com – ADHD merupakan singkatan dari Attention Deficit Hyperactivity Disorder atau dalam istilah medis berarti gangguan mental berupa perilaku impulsif dan hiperaktif.

Masalah kesehatan ini, membuat anak mengalami gangguan psikiatrik yang ditunjukkan dengan gangguan fokus secara berlebihan dan hiperaktivitas.

ADHD lebih rentan terjadi pada anak, gejalanya akan muncul hingga anak berusia remaja, biasanya akan muncul sebelum usia 7 atau 12 tahun.

Terdapat 3 jenis atau tipe ADHD, yaitu:

Baca Juga: Jangan Abaikan! Kenali Bentuk Gejala, Penyebab dan Penanganan ADHD pada Anak

1. Dominan hiperaktif-impulsif

Biasanya muncul dengan masalah hiperaktivitas yang bersamaan dengan perilaku impulsif.

2. Dominan inatentif

Ciri-cirinya, sulit menaruh perhatian penuh pada satu hal dalam satu waktu. Anak-anak dengan kondisi seperti ini cenderung tidak bisa memperhatikan dengan baik.

3. Kombinasi hiperaktif-impulsif dan inatentif

Ciri-ciri yang ditunjukkan adalah hiperaktif, impulsif, dan tidak dapat memperhatikan dengan baik.

Dikutip dari website resmi Kementerian Kesehatan RI, ada 3 karakteristik utama ADHD pada anak yang biasa ditemukan (Stahl, 2009), antara lain:

Baca Juga: Mendiagnosis ADHD pada Anak, 20–70 Persen Bisa Sembuh

1. Pada tipe ADHD inatentif atau inatensi

- Kesulitan mempertahankan fokus

- Gagal fokus pada hal detail

- Terlihat tidak mendengarkan

- Kesulitan mengikuti instruksi

- Kesulitan mengorganisasi

- Sering kehilangan barang

2. Pada tipe ADHD hiperaktif

- Gelisah

- Tidak bisa duduk diam

- Tidak bisa antri

- Lari atau memanjat tak terkendali

- Bergerak tanpa kendali

- Banyak bicara

Baca Juga: Dear Ortu dan Guru, ini yang Perlu Diketahui Soal ADHD

3. Pada tipe ADHD impulsif

- Kesulitan menunggu giliran

- Menjawab impulsif tanpa menunggu selesai

- Memotong pembicaraan orang lain

Cara Pengobatan pada Anak dengan ADHD

Terdapat dua pilihat terapi yang bisa dilakukan untuk mengendalikan ADHD pada anak, di antaranya adalah:

  1. Terapi farmakologi (terapi pengobatan) dengan menggunakan obat stimulan methylphenidate dan amphetamine sulphate dan obat non stimulan seperti atomoxetine.
  2. Terapi non farmakologi (terapi non pengobatan) dengan neurofeedback, yaitu terapi kognitif dan perilaku untuk melatih fungsi otak. Terapi ini juga disebut sebagai CBT atau Cognitive Behavioural Therapy.
  3. Psikoterapi, atau terapi yang juga bermanfaat untuk mengobati masalah kejiwaan lain yang bisa muncul dengan ADHD, seperti depresi.
  4. Terapi psikoedukasi, pada terapi ini psikiater akan mengajak pengidap untuk bercerita seperti kesulitan dalam menghadapi kondisi tersebut. Melalui terapi ini, psikiater berharap pengidap ADHD bisa mendapatkan cara untuk mengatasi gejala yang muncul.
  1. Terapi interaksi sosial, yang akan membantu pengidap ADHD mengetahui perilaku sosial yang pas dalam suatu kondisi.

Inilah sebabnya, orang-orang yang terlibat dengan pengidap ADHD juga perlu memperoleh pelatihan khusus. Biasanya, pelatihan akan memberikan materi berupa;

- Cara tepat memberikan pujian sebagai bentuk dukungan untuk anak.

- Solusi ketika anak menunjukkan perilaku buruk.

- Memberikan kegiatan anak yang sesuai dengan kapabilitasnya.

Selain itu, untuk membantu anak mengontrol gejala ADHD yang muncul, orang tua juga bisa secara perlahan disiplin membiasakan pola hidup sehat.***

 

EDITOR: Novia Tri Astuti