← Beranda

Dampak Kekerasan Terhadap Anak Bisa Terjadi Nanti

Yusuf AsyariSenin, 6 Maret 2017 | 20.24 WIB
Ilustrasi

JawaPos.com - Dampak kekerasan bisa jadi tidak terlihat dalam waktu dekat. Namun, dengan berjalannya waktu, dampak kekerasan tersebut akan terlihat. Hal itu disampaikan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. Menurutnya, kasus kekerasan anak tidak bisa dianggap sepele.

”Stop kekerasan terhadap anak, baik kekerasan fisik maupun psikis. Karena, dampaknya fatal bagi kesehatan jasmani dan mental anak,” ujar Khofifah Indar Parawansa, Minggu (5/3).

Khofifah menerangkan, beberapa hasil riset menyebutkan bahwa anak-anak yang mengalami trauma kekerasan apapun bentuknya, akan tumbuh dengan berbagai masalah perilaku, mulai kecemasan, depresi, agresi, hingga pemberontakan.

“Tidak jarang yang sebelumnya menjadi korban bertransformasi menjadi pelaku. Trauma masa lalu yang menjadi penyebabnya,” ungkap Khofifah.

Sementara itu, Khofifah mengatakan, kekerasan seksual terhadap anak kian marak. Beberapa kasus terjadi, disebabkan oleh faktor di antaranya konten video porno, minuman keras dan narkoba serta pergaulan yang kontra produktif. Karena itu, menurutnya langkah preventif harus ditingkatkan untuk memutus timbulnya kasus dari hulu.

“Akses informasi yang mudah dan teknologi yang semakin canggih memudahkan anak-anak dalam mengakses konten pornografi dan pola pergaulan yang kurang positif. Ini warning bagi semua orangtua, jangan cuek dan gagap teknologi,” tegasnya.

Orang tua, lanjut Khofifah, tidak jarang membiarkan anak berkomunikasi via media sosial tanpa pengawasan lantaran gaptek. Alhasil, tidak sedikit anak berkenalan dengan predator seksual, dijebak, dirayu, digoda, sehingga menjadi korban kejahatan seksual.

Diungkapkan Khofifah, hal lain yang menjadi tantangan dalam memerangi kasus kekerasan seksual anak adalah masyarakat Indonesia yang cenderung permisif. Tidak sedikit masyarakat yang enggan melaporkan kasus kekerasan seksual ke aparat penegak hukum karena beberapa kasus pelakunya justru anggota keluarga sendiri.

“Padahal yang terjadi sangat mungkin lebih banyak. Kebanyakan pelaku kekerasan seksual terhadap anak terkait inses adalah ayah, kakak, dan paman korban,” ujarnya.

Olah karena itu, Khofifah mengajak seluruh pihak mengambil peran dalam upaya memerangi kekerasan seksual anak. Ia juga mendorong agar keluarga sebagai ujung tombak ketahanan nasional terus mengawal pola tumbuh kembang anak sebagai generasi penerus bangsa. (nas/yuz/JPG)

EDITOR: Yusuf Asyari