← Beranda

Cara Memastikan Mainan Aman untuk Anak

AdministratorSelasa, 28 November 2017 | 05.50 WIB
Ilustrasi mainan anak.

JawaPos.com - Semua hal yang berhubungan dengan si kecil wajib menjadi perhatian. Termasuk mainan sekalipun. Spesialis anak RSUD dr Soetomo dr Meta Hanindita SpA mengatakan, sampai anak berusia lima tahun, orang tua sebaiknya memastikan langsung keamanan mainan anaknya.


Khususnya bila si anak masih bayi dan balita. Pada usia-usia tersebut, ada risiko mainan bisa melukai si kecil. ''Takutnya mainannya bisa ditelan atau melilit leher dan bagian sensitif lain,'' ujar Meta.


Orang tua sebaiknya memilih ukuran mainan yang agak besar supaya si kecil tidak bisa memasukkan seluruhnya ke dalam mulut. Misalnya seperti rattle atau kecrekan yang ukurannya banyak tersedia dari yang kecil sampai agak besar.


Bila punya mainan bertali, pastikan panjang talinya tidak lebih dari 30 sentimeter untuk menjauhkan risiko dari tercekik. Mainan yang harus menggunakan batu baterai dalam penggunaannya harus mempunyai pengaman di tempat baterai agar tidak mudah dibuka oleh anak.


Sebaiknya tempat baterai hanya bisa dibuka menggunakan alat khusus. Menurut Meta, banyak mainan bayi yang batu baterainya ditaruh dalam tempat yang hanya bisa dibuka tutup menggunakan obeng. Hal itu juga untuk mengantisipasi anak menelan baterai. ''Bagian kecil mainan harus cukup besar agar tidak gampang tertelan, masuk hidung atau telinga,'' imbuhnya.


Bila ingin lebih detail, misalnya dalam pemilihan pensil mewarnai, orang tua harus melihat kemasannya untuk memastikan kandungannya yang non-toxic. Meta menyarankan, dalam membeli mainan orang tua memilih mainan yang bisa lama terpakai mengikuti perkembangan anak.


Misalnya mainan plastik berbentuk binatang. Waktu kecil, anak bisa memainkan ini untuk mengenal binatang, mengenal warna, mengenal suara misalnya. Saat anak tambah usia pun masih bisa terpakai sebagai “teman” role-play saat bermain masak-masakan, jual-jualan. (*)

EDITOR: Administrator