← Beranda

Kurang Perhatian dalam Hubungan Bisa Berbahaya : Ini 7 Dampak Psikologis dan Solusinya

Risma Aris MayaSenin, 9 Februari 2026 | 06.49 WIB
Salah satu dampak kurangnya perhatian dalam hubungan adalah meningkatnya konflik dalam rumah tangga (freepik)

JawaPos.com – Perhatian dalam hubungan ibarat mata uang emosional. Artinya saat perhatian mulai berkurang entah karena kesibukan, gadget, atau rutinitas maka hubungan perlahan kehilangan kehangatannya.

Banyak pasangan tidak langsung menyadari dampaknya, sampai jarak emosional terasa nyata dan konflik makin sering muncul.

Psikologi hubungan menunjukkan bahwa kurangnya perhatian bukan sekadar soal sikap cuek tetapi bsia memengaruhi kesehatan mental, keintiman hingga keutuhan  hubungan itu sendiri.

Berikut beberapa dampak psikologis kurang perhatian dalam hubungan sebagaimana dilansir dari laman Marriage, Minggu (8/2) :

Baca Juga: 3 Shio yang Hidupnya akan Makmur Sepanjang Tahun 2026, Sejak Imlek Rezeki Datang Tak Berkesudahan

  1. Kehilangan koneksi emosional

Kurangnya perhatian membuat pasangan merasa tidak lagi “terhubung”. Percakapan merasa tidak lagi “terhubung”. Percakapan menjadi dangkal, kebersamaan terasa hambar dan kehadiran pasangan seperti formalitas. 

Sebuah penelitian dalam Journal of Social and Personal Relationships menunjukkan bahwa perhatian adalah fondasi utama kedekatan emosional.

Dalam kehidupan sehari-hari, ini terlihat saat pasangan lebih sibuk dengan gadget daripada benar-benar mendengarkan cerita satu sama lain.

Baca Juga: 5 Zodiak Paling Mujur Februari 2026: Energi Semesta Membuka Rezeki dan Jodoh Anda Kini Nyata!

  1. Menjadi tidak peka terhadap kebutuhan pasangan

Kurangnya perhatian dalam hubungan akan membuat kita tidak peka dalam banyak hal.Seiring waktu, kita tidak akan lagi melihat kebutuhan pasangan kita. Ikatan yang perlu kita perkuat dan keluarga yang sedang kita coba bangun.

Studi dari Emotion menemukan bahwa kurangnya perhatian bisa meningkatkan rasa kesepian dalam hubungan. Contoh nyatanya adalah pasangan tidak menyadari pasangannya sedang stres atau butuh dukungan meskipun tanda-tandanya sudah jelas. 

  1. Rendah diri dan menurunnya kepercayaan diri

Diabaikan secara emosional dapat membuat seseorang mempertanyakan nilai dirinya “Apakah aku tidak cukup penting?” menjadi pertanyaan yang sering muncul. 

Baca Juga: Ramalan Zodiak 9 Februari 2026: Asmara, Keuangan, dan Karier Berkembang Baik

Penelitian di Journal of Personality and Social Psychology menunjukkan bahwa penolakan emosional bisa menurunkan harga diri dan kepercayaan diri.

  1. Kurangnya keintiman emosional dan fisik

Jika Anda mengabaikan pasangan Anda maka kemungkinan besar tidak ada keintiman dalam hubungan Anda. Keintiman ini tidak hanya soal fisik tetapi juga kedekatan emosional. Tanpa perhatian, rasa aman dan kedekatan perlahan memudar.

Riset dalam Archives of Sexual Behavior menyebutkan bahwa keintiman emosional berhubungan langsung dengan kepuasan hubungan. Dalam keseharian, pasangan mungkin jarang berbagi perasaan atau tidak lagi menikmati sentuhan sederhana.

  1. Rentan terhadap perselingkuhan

Kurangnya perhatian menciptakan “kekosongan emosional” yang berisiko diisi oleh pihak lain. Perselingkuhan sering kali berawal dari kebutuhan akan perhatian bukan semata-mata ketertarikan fisik.

Studi di Journal of Sex Research menemukan bahwa kekurangan perhatian dan emosional adalah penyebab kuat perselingkuhan. Contohnya seseorang merasa lebi didengarkan oleh rekan kerja dibanding pasangannya sendiri.

  1. Kegagalan komunikasi

Saat perhatian berkurang, komunikasi menjadi reaktif bukan lagi empati. Percakapan berubah menjadi saling menyalahkan dan menghindar. 

Penelitian dari Communication Research menunjukkan bahwa kualitas perhatian memengaruhi efektivitas komunikasi. Dalam praktiknya, diskusi sederhana bisa berubah menjadi pertengkaran karena tidak ada yang benar-benar mendengarkan. 

  1. Meningkatnya konflik kecil yang melelahkan

Kurangnya perhatian membuat masalah kecil terasa besar. Hal sepele bisa memicu emosi karena kebutuhan dasar akan dihargai tidak terpenuhi.

Riset dalam Psychological Science menunjukkan bahwa perhatian emosional menurunkan intensitas konflik. Tanpanya, hubungan akan dipenuhi pertengkaran berulang yang melelahkan secara mental. 

EDITOR: Hanny Suwindari