← Beranda

Jika Anda Sering Merasa Canggung dalam Percakapan Kelompok, Anda Mungkin Melakukan 7 Hal Ini Menurut Psikologi

Irfan FerdiansyahJumat, 6 Februari 2026 | 02.40 WIB
seseorang yang merasa canggung dalam percakapan kelompok./Freepik/freepik

JawaPos.com - Merasa canggung saat berada dalam percakapan kelompok adalah pengalaman yang sangat umum.

Anda mungkin pernah duduk dalam sebuah diskusi, arisan, rapat kerja, atau nongkrong bersama teman, tetapi merasa tidak tahu harus bicara apa, kapan harus bicara, atau bagaimana masuk ke dalam obrolan.

Akhirnya, Anda lebih banyak diam, tersenyum, atau hanya mengangguk tanpa benar-benar merasa terlibat.

Dalam psikologi sosial, kecanggungan sosial bukanlah tanda kelemahan karakter, melainkan hasil dari pola pikir, kebiasaan, dan respons emosional tertentu.

Banyak orang yang tampak "pendiam" sebenarnya bukan tidak punya ide, tetapi terhambat oleh faktor psikologis internal.

Dilansir dari Expert Editor pada Senin (2/2), jika Anda sering merasa tidak nyaman atau canggung dalam percakapan kelompok, ada kemungkinan Anda melakukan beberapa hal berikut — sering kali tanpa sadar.

1. Terlalu Fokus pada Diri Sendiri (Self-Focused Attention)

Salah satu penyebab utama kecanggungan sosial adalah terlalu fokus pada diri sendiri. Pikiran Anda mungkin dipenuhi pertanyaan seperti:

“Aku kelihatan aneh nggak, ya?”

“Kalau aku ngomong, orang-orang bakal menilai aku bodoh nggak?”

“Suaraku terdengar aneh nggak?”

Dalam psikologi, ini disebut self-focused attention, yaitu kondisi ketika perhatian lebih tertuju ke dalam diri daripada ke situasi sosial itu sendiri. Akibatnya, Anda menjadi terlalu sadar akan gerak tubuh, ekspresi wajah, dan kata-kata sendiri, sehingga kehilangan spontanitas.

Semakin Anda mengamati diri sendiri, semakin tegang Anda, dan semakin sulit berbicara secara natural.

2. Overthinking Sebelum Berbicara

Anda mungkin sebenarnya punya sesuatu untuk dikatakan, tetapi terlalu lama memikirkannya:

Menyusun kalimat di kepala

Menganalisis reaksi orang

Mempertimbangkan semua kemungkinan respons

Akibatnya, momen untuk berbicara sudah lewat.

Dalam psikologi kognitif, ini berkaitan dengan analysis paralysis, yaitu kondisi ketika terlalu banyak berpikir justru menghambat tindakan. Dalam percakapan kelompok, obrolan berjalan cepat dan dinamis. Jika Anda menunggu momen yang "sempurna", momen itu hampir tidak pernah datang.

3. Takut Dinilai Negatif (Fear of Negative Evaluation)

Ketakutan akan penilaian negatif adalah inti dari banyak kecanggungan sosial. Anda mungkin takut:

Dibilang aneh

Dianggap tidak pintar

Ditertawakan

Diabaikan

Secara psikologis, ini berkaitan dengan social anxiety atau kecemasan sosial. Otak memperlakukan situasi sosial sebagai ancaman, sehingga tubuh memunculkan respons stres: jantung berdebar, otot tegang, pikiran kosong.

Akibatnya, Anda lebih memilih diam daripada mengambil risiko sosial.

4. Merasa Harus Selalu Menarik atau Pintar

Banyak orang merasa bahwa jika berbicara, mereka harus mengatakan sesuatu yang:

Lucu

Cerdas

Berbobot

Menghibur

Standar ini justru membuat Anda tertekan. Padahal, sebagian besar percakapan sosial tidak membutuhkan kalimat brilian — hanya respons sederhana, natural, dan relevan.

Dalam psikologi, ini berkaitan dengan perfectionism sosial, yaitu keyakinan bahwa Anda harus tampil sempurna agar diterima.

Ironisnya, orang yang terlihat “pintar bersosialisasi” justru sering berbicara hal-hal sederhana, bukan luar biasa.

5. Kurang Membaca Alur Percakapan

Sebagian orang canggung karena kesulitan membaca dinamika kelompok:

Kapan waktu yang tepat masuk bicara

Topik mana yang aman

Nada obrolan (serius atau santai)

Akibatnya, Anda takut salah timing, takut memotong, atau takut tidak relevan.

Dalam psikologi sosial, ini terkait dengan social attunement (kepekaan sosial). Kurangnya kepercayaan diri sering membuat seseorang ragu terhadap insting sosialnya sendiri.

6. Terlalu Sedikit Mengekspresikan Respons

Kadang Anda sebenarnya tertarik, tapi respons Anda terlalu minim:

Hanya mengangguk

Hanya tersenyum

Jawaban satu kata

Ini membuat Anda terlihat pasif, sehingga orang lain jarang mengajak Anda masuk lebih dalam ke percakapan.

Secara psikologis, interaksi sosial berkembang dari reciprocity (timbal balik). Jika respons Anda kecil, interaksi juga berhenti kecil.

7. Identitas Diri sebagai “Orang Canggung”

Tanpa sadar, Anda mungkin sudah memberi label pada diri sendiri:

“Aku memang orangnya canggung.”

Dalam psikologi, ini disebut self-schema — identitas mental tentang siapa diri Anda. Jika Anda percaya bahwa Anda canggung, otak akan mencari bukti untuk membenarkan keyakinan itu.

Akibatnya, setiap momen sosial ditafsirkan sebagai bukti bahwa Anda memang tidak pandai bersosialisasi, meskipun kenyataannya tidak selalu demikian.

Penutup: Canggung Itu Pola, Bukan Takdir

Menurut psikologi, kecanggungan sosial bukan sifat bawaan permanen, melainkan pola pikir, kebiasaan, dan respons emosional yang bisa berubah. Ini bukan tentang kepribadian introvert atau ekstrovert, tetapi tentang:

Cara Anda memandang diri sendiri

Cara Anda menafsirkan situasi sosial

Cara Anda merespons rasa takut

Merasa canggung dalam percakapan kelompok bukan berarti Anda rusak, aneh, atau tidak layak diterima. Itu hanya berarti otak Anda sedang mencoba melindungi diri dari ancaman sosial yang sebenarnya tidak selalu nyata.

Dan kabar baiknya: pola bisa dipelajari, dan pola juga bisa diubah.

Bukan dengan menjadi orang lain, tetapi dengan menjadi versi diri Anda yang lebih tenang, lebih sadar, dan lebih menerima diri sendiri dalam situasi sosial.

Karena pada akhirnya, percakapan bukan soal tampil sempurna — tapi soal koneksi manusia yang sederhana.

EDITOR: Hanny Suwindari