← Beranda

Masuk Usia 70-an? Tinggalkan 6 Kebiasaan Ini Agar Tetap Awet Muda, Sehat dan Bersemangat

Risma Aris MayaRabu, 4 Februari 2026 | 03.24 WIB
Begadang menonton televisi adalah salah satu kebiasaan yang harus lansia tinggalkan agar hidup lebih sehat dan bahagia (freepik)

JawaPos.com – Pada dasarnya memasuki usia 70-an bukan berarti hidup harus melambat atau kehilangan semangat.

Justru berbagai penelitian menunjukkan bahwa kualitas hidup di usia lanjut sangat dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari.

Banyak orang tetap terlihat segar,aktif dan bahagia di usia senja karena mereka berani meninggalkan pola lama yang tidak lagi relevan dengan kesehatan tubuh dan pikiran.

Baca Juga: Alasan Mikel Arteta Kecewa Arsenal Tidak Belanja di Bursa Transfer Musim Dingin

Sebaliknya, kebiasaan kecil yang dibiarkan berlarut-larut bisa mempercepat penurunan energi, suasana hati bahkan fungsi kognitif.

Dilansir dari laman Global English Editing, Selasa (3/2) berikut beberapa kebiasaan yang perlu mulai ditinggalkan agar usia 70-an tetap terasa muda dan bermakna.

  1. Begadang

Tidak bisa dipungkiri bahwa begadang adalah kebiasaan yang sering kita lakukan tanpa berpikir panjang sejak masa muda kita.

Baca Juga: Cara Membuat Oseng Daun Singkong Ikan Teri yang Empuk dan Tidak Pahit, Lauk Sehat Tinggi Serat dan Bergizi

Namun begitu kita memasuki usia 70-an, sangat penting untuk mempertimbangkan kembali kebiasaan ini. 

Pasalnya tidur larut di usia lanjut berdampak lebih besar dibandingkan saat muda. Ritme sirkadian yang terganggu dapat mempercepat kelelahan fisik dan penurunan daya ingat.

Penelitian dalam Sleep Medicine Reviews menunjukkan bahwa kualitas tidur yang buruk pada lansia berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan kognitif dan suasana hati.

Contoh sederhananya, begadang menonton televisi hingga larut malam membuat tubuh terasa lemas keesokan harinya.

Baca Juga: Telusuri Kasus Dugaan Saham Gorengan, Bareskrim Polri Geledah Kantor Shinhan Sekuritas

  1. Gaya hidup kurang aktif

Banyak orang menganggap usia lanjut sebagai alasan untuk berhenti bergerak, Padahal kurang aktivitas fisik justru mempercepat penurunan kekuatan otot dan stamina.

Jurnal The Lancet Healthy Longevity menegaskan bahwa aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki atau senam lansia dapat meningkatkan kualitas hidup dan memperpanjang kemandirian.

Contohnya, rutin berjalan pagi membuat tubuh lebih bertenaga dan tidur lebih banyak. Intinya bergerak bukan soal berat tetapi konsisten. 

  1. Kebiasaan diet yang ketinggalan zaman

Pola makan tinggi gula, garam dan lemak jenuh sering kali terbawa hingga usia tua. Padahal kebutuhan nutrisi berubah seiring bertambahnya usia.

Baca Juga: Masuki Tahun Kuda Api 2026, Shio Tikus, Kerbau, dan Harimau Wajib Lakukan Ini agar Beruntung

Penelitian dalam Nutrients Journal menunjukkan bahwa pola makan seimbang karya serat, protein dan antioksidan membantu menjaga fungsi otak dan otot lansia. 

Misalnya mengganti cemilan manis dengan buah segar memberi energi tanpa lonjakan gula darah.

  1. Terus memikirkan masa lalu

Mengenang masa lalu memang wajar tetapi jika terus terjebak di dalamnya tentu bisa menghambat kebahagiaan saat ini. Psikologi menyebutnya sebagai ruminasi yang berkaitan dengan penurunan kesejahteraan mental. 

Studi dalam Journal of Aging and Mental Health menemukan bahwa fokus berlebihan pada masa lalu meningkatkan risiko depresi pada lansia. Contohnya terlalu sering menyesali keputusan lama membuat hari terasa berat.

  1. Mengabaikan pemeriksaan kesehatan rutin

Pada dasarnya merasa “baik-baik saja” sering menjadi alasan menunda cek kesehatan. Padahal banyak penyakit pada usia lanjut brkembang tanpa gejala awal.

Penelitian dalam BMJ Open menunjukkan bahwa pemeriksaan rutin membantu deteksi dini dan meningkatkan harapan hidup. Misalnya cek tekanan darah atau gula darah secara berkala dapat mencegah komplikasi serius.

  1. Menghindari teknologi

Sebagian lansia memilih menjauh dari teknologi karena merasa rumit. Padahal teknologi justru bisa memperluas koneksi sosial dan stimulasi kognitif.

Studi dalam Gerontology menunjukkan bahwa penggunaan teknologi sederhana seperti video call bisa membantu mengatasi rasa kesepian. Contohnya belajar menggunakan ponsel untuk berkomunikasi dengan keluarga membuat hari terasa lebih hidup.

EDITOR: Hanny Suwindari