← Beranda

Orang-Orang yang Paling Mudah Disukai Cenderung Memiliki 7 Kebiasaan Sederhana Ini Menurut Psikologi

Irfan FerdiansyahKamis, 20 November 2025 | 16.48 WIB
seseorang yang mudah disukai./Freepik/Lifestylememory

JawaPos.com - Dalam kehidupan sehari-hari, kita semua pernah bertemu dengan orang yang keberadaannya terasa hangat, menyenangkan, dan mudah membuat suasana menjadi lebih baik.

Mereka bukan selalu yang paling cantik, paling pintar, atau paling kaya—tetapi ada sesuatu dalam sikap dan pembawaannya yang membuat orang lain merasa nyaman.

Menurut psikologi sosial, orang-orang yang “paling mudah disukai” ternyata memiliki pola perilaku yang konsisten: kebiasaan-kebiasaan sederhana yang menciptakan hubungan positif, rasa aman, dan kepercayaan dari lingkungan sekitarnya.

Menariknya, kebiasaan ini bukan bawaan lahir. Semuanya bisa dipelajari dan dibentuk.

Dilansir dari Expert Editor pada Rabu (19/11), jika Anda ingin menjadi pribadi yang lebih disukai tanpa berpura-pura menjadi orang lain, tujuh kebiasaan berikut bisa menjadi titik awal yang kuat.

1. Mereka benar-benar mendengarkan, bukan hanya menunggu giliran bicara

Psychology of Communication menjelaskan bahwa manusia secara alami menghargai orang yang menghadirkan diri sepenuhnya saat mendengarkan.

Orang yang mudah disukai tidak sibuk menyusun balasan, tidak memotong pembicaraan, dan tidak mencuri spotlight.

Mereka memberikan ruang sehingga lawan bicara merasa dihargai.

Sederhana, tetapi sangat langka.

2. Mereka tersenyum dengan tulus

Bukan senyum basa-basi yang dibuat-buat, tetapi senyum yang keluar dari energi positif internal.

Psikologi menyebut efek ini sebagai emotional contagion—emosi yang menular.

Ketika seseorang tersenyum tulus, otak orang lain menangkap sinyal “aman” dan “nyaman”, sehingga membuat interaksi terasa ringan dan hangat sejak awal.

3. Mereka menghargai hal-hal kecil

Dalam dinamika sosial, ucapan terima kasih kecil, pengakuan sederhana seperti “kamu hebat tadi” atau “aku suka cara kamu menyelesaikan hal itu” memiliki efek yang luar biasa.

Orang yang mudah disukai tidak pelit dengan apresiasi—bukan karena ingin menyenangkan semua orang, tetapi karena mereka terbiasa melihat kebaikan.

Psikologi menyebut kebiasaan ini sebagai expressive gratitude, salah satu pembentuk relasi paling kuat.

4. Mereka tidak menghakimi

Baca Juga: Update Erupsi Gunung Semeru: 346 Warga Pronojiwo dan Candipuro Masih Mengungsi

Kita cenderung menyukai orang yang membuat kita merasa bebas menjadi diri sendiri.

Orang-orang seperti ini tidak cepat menyimpulkan, tidak gampang memandang rendah, dan tidak meremehkan pengalaman orang lain.

Mereka memancarkan “zona aman psikologis”, sebuah kondisi yang memungkinkan orang lain bercerita tanpa takut disalahkan atau diremehkan.

Ini adalah kualitas yang sangat berharga dalam hubungan apa pun.

5. Mereka mampu hadir dengan energi yang stabil

Beberapa orang memiliki kehadiran yang menenangkan.

Baca Juga: Menembus Tabir Gaib: Lima Weton Pilihan dengan Mata Batin Terbuka dan Aura Perlindungan Kuat

Mereka tidak ekstrem dalam reaksi, tidak mudah meledak, dan tidak membawa drama ke mana-mana.

Menurut psikologi kepribadian, stabilitas emosi adalah salah satu faktor yang membuat seseorang lebih disukai karena orang lain merasa nyaman berada di dekatnya—tanpa harus menebak-nebak mood hari ini.

6. Mereka menggunakan humor ringan yang tidak menyakiti

Humor adalah salah satu jalan tercepat menuju kedekatan, tetapi juga salah satu yang paling mudah disalahgunakan.

Orang yang mudah disukai biasanya mampu membuat orang lain tertawa tanpa mengejek, merendahkan, atau mempermalukan siapa pun.

Humor mereka bukan untuk menunjukkan superioritas, tetapi untuk mencairkan suasana dan membuat interaksi lebih manusiawi.

7. Mereka autentik dan tidak berusaha menjadi orang lain

Penelitian psikologi menunjukkan bahwa kita secara naluriah menyukai orang yang konsisten, jujur, dan apa adanya.

Orang yang terlalu berusaha terlihat sempurna justru terasa palsu.

Sebaliknya, orang yang berani menunjukkan ketidaksempurnaannya—tanpa menjadikan itu drama—membangun kepercayaan lebih cepat.

Keaslian adalah magnet sosial yang kuat.

Kesimpulan: Sederhana, tetapi berdampak besar

Menjadi orang yang mudah disukai bukan soal merubah diri atau mengikuti trik manipulatif.

Ini tentang membangun kebiasaan kecil yang meningkatkan kualitas kehadiran kita dalam hidup orang lain.

Dari mendengarkan dengan tulus, menghargai hal-hal kecil, menjaga stabilitas emosi, hingga berani menjadi diri sendiri—semua itu adalah kebiasaan sederhana yang membuat seseorang memancarkan energi positif, kehangatan, dan ketulusan.

Setiap kebiasaan di atas mungkin terlihat kecil, tetapi jika dijalankan secara konsisten, dampaknya bisa sangat besar: hubungan lebih sehat, lingkungan sosial lebih hangat, dan kehidupan terasa lebih ringan.

Jika Anda ingin menjadi orang yang lebih disukai, mulailah dari langkah kecil hari ini. Karena perubahan besar sering kali lahir dari kebiasaan paling sederhana.

EDITOR: Hanny Suwindari