← Beranda

Burnout di Tempat Kerja: Apa Itu dan Bagaimana Cara Menangani Hal Tersebut?

Trinaifa ArdiantiSelasa, 11 November 2025 | 19.20 WIB
Energi jadi cepat habis merupakan salah satu ciri-ciri burnout (Kampus Production/Pexels)

JawaPos.com - Menjadi seorang karyawan artinya mendedikasikan dirinya untuk pekerjaan. Baik itu kemampuan akademis, tenaga fisik bahkan waktu demi menaiki tangga-tangga karir.

Hal ini dilakukan oleh para karyawan sebab mereka sudah berhasil mausk atau diterima di perusahaan yang mereka inginkan.

Setelah melewati berbagai kesulitan seperti tes dan wawancara, mereka tentu melakukan berbagai cara untuk bisa bertahan di perusahaan.

Melakukan berbagai pekerjaan, menerima perintah atasan adalah beberapa dari banyaknya hal yang dilakukan seorang karyawan.

Tentunya, sebagai manusia biasa seorang karyawan tentu pernah merasa lelah secara fisik dan mental.

Keadaan lelah ini tentunya normal dirasakan bagi para pekerja baru maupun yang sudah bertahun-tahun mengabdi di perusahaan.

Namun, ada beberapa keadaan lelah yang berlebih dan bsia membahayakan diri seperti burnout.

Secara sederhana, burnout adalah keadaan hasil dari stres kronis dan kelelahan secara fisik maupun emosi.

Cara pertama menangani burnout di tempat kerja adalah dengan mengambil jeda sejenak.

Secara harfiah hal ini tentu tidak bisa dilakukan oleh kamu yang seorang pekerja yang harus masuk ke kantor dari jam 09.00 sampai jam 05.00 sore.

Namun kamu bisa melakukan hal ini dengan mengartikannya ke liburan sejenak di akhir pekan atau mengambil nafas selama beberapa menit dari menatap layar di kantor.

Menjauhkan diri dari apa yang membuatmu stress atau sumber dari but out bisa mengurangi setidaknya sedikit beban di bahu mu.

2. Berbagi dengan Rekan

Cara kedua menangani burnout di tempat kerja adalah dengan berbagi bersama rekan kerja. Kamu bisa mencari dukungan dari rekan kerja baik di satu divisi maupun di divisi yang lain.

Dengan berbicara bersama orang yang mengerti keadaan kamu, kamu bisa tidak merasa sendiri dan mengurangi beban yang sudah menumpuk di dalam pikiran kamu.

Lebih jauh Kamu mungkin bisa mendapatkan solusi dari apa yang membuatmu selama ini.

3. Komunikasi dengan Atasan

Cara ketiga menangani burnout di tempat kerja adalah dengan komunikasi bersama atasan.

Hal ini bisa kamu lakukan tergantung situasi misalnya atasan yang bisa diajak kompromi maupun keadaan kantor yang baik.

Misalnya kamu burnout karena mengerjakan pekerjaan banyak orang dalam satu waktu.

Tidak hanya soal curhat kamu juga bisa minta tolong atasan untuk mendelegasikan tugasnya kamu miliki atau mengatur tenggat waktu demi meringankan beban diri kamu.

Tentunya kamu perlu melakukan negosiasi untuk tetap bisa produktif dan tidak burnout di saat yang bersamaan.

4. Ubah Gaya Hidup

Cara keempat menangani burnout di tempat kerja adalah dengan mengubah gaya hidup.

Sebagai seorang pekerja kantoran yang hanya tahu kamar dan juga kantor, tanpa sadar kamu mungkin tidak punya gaya hidup yang sehat baik itu pola makan jam tidur dan masih banyak lagi.

Untuk bisa lepas dari genggaman breakout kamu perlu mengubah gaya hidup seperti memperbaiki jam tidur, makan makanan yang sehat dan bergizi, sampai mulai olahraga yang belum pernah kamu lakukan sama sekali.

Hal ini bisa membuat tubuhmu lebih ringan dan juga pikiran jadi lebih tenang.

5. Berlatih Kesadaran

Cara kelima menangani burnout di tempat kerja adalah dengan berlatih kesadaran atau mindfulness.

Yang dimaksud dengan kesadaran adalah menjadi lebih peka dan sadar apa yang sedang terjadi pada dirimu baik secara fisik maupun secara emosional.

Dengan ini kamu bisa menyadari bahwa kamu sedang burn out dan bisa melakukan apa yang perlu dilakukan untuk keluar dari kondisi tersebut.

Dengan ini apabila burnout kembali terjadi di masa depan kamu bisa lebih dulu menangani dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan untuk tidak terjadi.

6. Lakukan Meditasi

Cara ke-6 menangani burnout di tempat kerja adalah dengan melakukan meditasi. Kamu bisa mencari aktivitas yang bisa menenangkan hati dan juga pikiran.

Mulai dari yoga taichi bahkan jalan-jalan sederhana di taman juga bisa kamu lakukan demi bisa mendapatkan keterangan pikiran.

Hal ini bisa membuat kamu yang awalnya burnout dan tegang bisa berubah menjadi lebih tenang dan juga lebih lega dalam menjalani hari-hari.

7. Cari Bantuan Profesional

Cara ke-7 menangani burnout di tempat kerja adalah dengan mencari bantuan profesional.

Hal ini diperlukan jika kamu merasa kamu sudah tidak bisa lagi menangani burn out ini sendirian dan juga bantuan rekan atau teman-teman kamu.

Dengan bantuan profesional seperti psikolog kamu bisa mendapatkan arah yang lebih tepat apa yang seharusnya kamu lakukan demi bisa keluar dari burn out tersebut.

Ketujuh poin di atas merupakan beberapa cara menangani burnout di tempat kerja. Selalu ingat bahwa kamu adalah sosok yang paling berharga dan paling penting untuk dijaga kesehatan fisik dan juga emosinya dibandingkan dengan pekerjaan yang kamu lakukan di kantor.

Jangan sampai kamu terlalu berdedikasi pada kantor dan juga perusahaan namun mengabaikan jeritan dari dalam tubuh kamu sendiri. Untuk yang sedang mengalami burnout, semangat!

EDITOR: Hanny Suwindari