JawaPos.com - Dalam hidup, kita semua ingin dikelilingi oleh teman yang mendukung dan memahami kita. Dengan orang-orang yang kita cintai, seperti keluarga dan sahabat, kita sering kali lebih mudah memaafkan kesalahan mereka.
Kita berharap bahwa kasih sayang dan pengertian bisa membuat mereka berubah menjadi lebih baik. Namun, kapan sebenarnya kita harus menarik garis batas? Kapan sikap memaafkan berubah menjadi pembiaran terhadap hubungan yang tidak sehat?
Jika kamu sering merasa lelah, tidak dipercaya, atau bahkan direndahkan oleh teman sendiri, mungkin saatnya mengevaluasi apakah kamu sedang berada di dalam pertemanan yang toxic. Berikut enam tanda menurut para ahli psikologi yang perlu kamu waspadai.
1. Tidak Ada Rasa Saling Percaya dan Dukungan
Baca Juga: Klasemen La Liga: Mbappé dan Bellingham Antar Real Madrid Kokoh di Puncak
Pada salah satu video di kanal Youtube psikologi populer yakni Psych2go dijelaskan bahwa, psikolog Dr. Ben Michaelis menjelaskan bahwa kelompok pertemanan toxic biasanya dipenuhi dengan ketidakpercayaan dan sabotase.
Alih-alih saling mendukung, mereka justru gemar bergosip, membocorkan rahasia, dan menjatuhkan satu sama lain. Dalam lingkaran ini, teman bisa berubah menjadi lawan tanpa disadari.
2. Kritik yang Merendahkan, Bukan Membangun
Menurut Dr. Elizabeth Lombardo, kejujuran memang penting dalam hubungan, tetapi niat di baliknya jauh lebih penting. Kritik yang sehat bertujuan membantu seseorang berkembang, sedangkan kritik toxic justru membuat kamu merasa kecil dan tidak berharga.
Jika teman sering memberi “pujian” yang menyakitkan atau komentar pasif-agresif, itu tanda hubungan sudah tidak sehat.
3. Kompetisi yang Tidak Sehat
Dalam hubungan pertemanan yang toxic, keberhasilan seseorang sering dianggap ancaman. Dr. Janet Brdo menjelaskan bahwa teman seperti ini akan selalu berusaha menyaingi, menonjolkan diri, atau mengungkit kegagalanmu. Bukannya ikut bahagia, mereka justru berlomba untuk menjadi “yang lebih baik”.
4. Manipulasi dan Kontrol
Teman sejati tidak akan membuatmu merasa bersalah karena punya pendapat berbeda. Namun, dalam kelompok toxic, sering kali ada yang mencoba mengontrol melalui rasa bersalah, ancaman halus, atau tekanan sosial.
Menurut Dr. Lombardo, pola seperti ini adalah bentuk manipulasi emosional yang bisa sangat merusak kepercayaan diri.
5. Drama dan Negativitas Tanpa Henti
Relationship therapist Nicole Arst menyebut bahwa orang toxic senang dengan konflik dan drama. Mereka selalu punya masalah baru dan mengubah hal kecil menjadi besar. Akibatnya, berada di sekitar mereka terasa melelahkan secara emosional dan membuat kamu ikut terhisap dalam pusaran energi negatif.
6. Tidak Menghormati Batasan Pribadi
Terakhir, tanda paling jelas dari pertemanan toxic adalah ketika batasan pribadi tidak dihargai. Karina Iar Jacobs, seorang relationship therapist, mengatakan bahwa teman toxic sering kali menuntut perhatian berlebihan, mengatur hidupmu, bahkan membuat kamu merasa bersalah jika ingin sendiri. Mereka ingin kamu selalu ada, tapi tidak siap memberi hal yang sama.
Jika kamu menyadari tanda-tanda ini dalam lingkaran pertemananmu, sudah waktunya berhenti dan meninggalkan hubungan yang membuatmu lelah. Memperbaiki hubungan memang mungkin terjadi, tetapi hanya jika semua pihak mau berbenah.
Jika tidak, lebih baik kamu menjaga jarak dan mulai membuka ruang bagi orang-orang yang membawa kedamaian, bukan tekanan. Ingat, teman sejati adalah mereka yang membuatmu tumbuh, bukan tenggelam.