JawaPos.com- Salah satu ketakutan paling berbahaya yang diam-diam menghantui banyak wanita adalah rasa takut hidup tanpa pria.
Ketakutan akan kesepian dan perasaan tidak lengkap membuat sebagian wanita terus mempertahankan hubungan yang tidak sehat atau bahkan terus berpindah dari satu hubungan ke hubungan lain tanpa jeda.
Bukan karena pria-pria itu pantas, tapi karena mereka memenuhi kebutuhan emosional sementara, ada seseorang di sisi mereka, ada status hubungan yang bisa ditunjukkan.
Padahal, tanpa waktu untuk sembuh dan menemukan diri sendiri, wanita justru mengorbankan harga diri dan kebahagiaannya demi kehadiran seseorang yang mungkin tidak layak.
Masalahnya, banyak dari mereka tidak sadar bahwa mereka telah kecanduan pada euforia punya pacar baru dan terus mengandalkan kehadiran pria untuk merasa berharga.
Kebiasaan ini, jika dibiarkan, bisa mengikis rasa percaya diri, bahkan berdampak pada kesehatan mental dan fisik.
Dilansir dari Your Tango, berikut lima kebiasaan putus asa wanita yang terlalu takut hidup tanpa pasangan:
1. Selalu Membela Perilaku Buruk Pasangannya
Banyak wanita menolak melihat kenyataan bahwa pasangan mereka tidak baik untuk mereka. Ketika keluarga atau teman memberi peringatan, mereka justru menyangkal fakta itu dan membela sang pria mati-matian.
Bukan karena mereka buta cinta, tapi karena mereka takut kehilangan. Daripada menghadapi kenyataan pahit bahwa mereka pantas mendapatkan yang lebih baik, mereka memilih berbohong pada diri sendiri dan orang-orang terdekat.
Penelitian dari University of Virginia menunjukkan bahwa berbohong demi mempertahankan hubungan justru merusak hubungan sosial dan memperparah stres emosional.
2. Membiarkan Sikap Kasar dan Pelanggaran Terus Terjadi
Dia memaki anakmu, menyepelekan ibumu, atau mengingkari janji tanpa rasa bersalah. Tapi kamu tetap meminta maaf untuk hal-hal yang bukan salahmu.
Ini bukan cint, ini ketakutan akan ditinggalkan.
Riset tentang attachment anxiety membuktikan bahwa ketakutan ditinggalkan bisa membuat seseorang terus mentoleransi perilaku buruk. Akibatnya, pasangan makin berani melewati batas karena tahu tidak akan ada konsekuensi.
3. Terus Mencari Alasan untuk Membenarkan Dia
Beberapa wanita bahkan bertahan meski sudah disakiti secara verbal atau fisik. Mereka mencari pembenaran. Padahal, mereka hanya berusaha melindungi diri dari ketakutan terdalam menjadi sendiri.
Mereka meyakinkan diri bahwa pria itu masih pantas dipertahankan, padahal jauh di dalam hati mereka tahu hubungan itu sudah menyakiti lebih dari menyembuhkan.
4. Tidak Pernah Sendiri Lebih dari Seminggu
Setelah putus, mereka langsung mencari pengganti. Hubungan menjadi alat pelarian, bukan tempat tumbuh.
Menurut pakar hubungan, dibutuhkan waktu hingga dua tahun untuk benar-benar pulih dari hubungan sebelumnya bahkan minimal tiga bulan untuk sekadar menenangkan diri dan refleksi.
Tanpa jeda, mereka tidak pernah tahu siapa diri mereka di luar hubungan. Akibatnya, pola lama terus berulang, dan mereka kembali terjebak dalam lingkaran hubungan yang salah.
5. Berpikir Lebih Baik Punya Pasangan yang Biasa Aja Daripada Sendiri
Kalimat ini terdengar sederhana tapi menyedihkan. Banyak wanita bertahan dengan pasangan yang malas, tidak setia, atau tidak menghargai mereka hanya karena takut kesepian.
Penelitian di Personality and Social Psychology Bulletin membuktikan bahwa lebih baik sendiri daripada terjebak dalam hubungan buruk.
Kesendirian sementara jauh lebih menyehatkan dibanding terus bersama seseorang yang justru menguras energi dan kebahagiaanmu.
Jangan biarkan ketakutan mengendalikan hidupmu. Karena ketika kamu berani melepaskan yang salah, kamu memberi kesempatan bagi yang benar untuk datang.