← Beranda

Ini 9 Alasan Seseorang Suka Menghindari Keramaian dan Penyebab Tidak Suka Tempat Ramai

Rhea Febriani TritamiSenin, 29 September 2025 | 17.55 WIB
Butuh ruang pribadi bisa jadi salah satu alasan mengapa orang tidak suka keramaian. (8photo/Freepik)

JawaPos.com - Alasan seseorang suka menghindari keramaian sering kali bukan karena mereka antisosial, melainkan karena ada faktor kepribadian dan psikologis tertentu.

Banyak orang merasa tempat ramai membuat energi mereka terkuras, bahkan bisa memicu stres dan rasa tidak nyaman.

Mengetahui penyebab tidak suka keramaian ini penting agar kita bisa lebih memahami diri sendiri maupun orang lain yang memilih menjauh dari situasi penuh orang.

Berikut adalah beberapa alasan orang tidak suka keramaian yang sering terjadi seperti dikutip dari The Expert Editor dan Glofusion Health:

1. Introvert dan Butuh Energi dari Kesendirian

Salah satu alasan orang tidak suka keramaian adalah sifat introvert. Mereka biasanya mendapatkan energi dari kesendirian atau interaksi dalam lingkup kecil, bukan dari suasana penuh orang.

Introvert sering merasa kewalahan ketika berada di tengah keramaian karena otak mereka lebih sensitif terhadap rangsangan sosial.

2. Tingkat Sensitivitas yang Tinggi

Beberapa orang memiliki kepekaan indera yang lebih kuat dibanding orang lain. Suara bising, cahaya terang, dan aroma bercampur di tempat ramai bisa membuat mereka cepat lelah.

Inilah salah satu penyebab tidak suka keramaian meskipun sebenarnya mereka tidak keberatan bersosialisasi.

Orang dengan tingkat sensitivitas tinggi biasanya lebih empatik, tetapi butuh ruang tenang untuk menjaga energi mereka.

3. Kebutuhan Akan Ruang Pribadi

Alasan lain seseorang suka menghindari keramaian juga bisa berasal dari kebutuhan ruang pribadi.

Budaya ikut memengaruhi hal ini. Misalnya, di Jepang atau Norwegia, orang sangat menghargai jarak fisik ketika berbicara.

Di tempat ramai, ruang pribadi tersebut sering kali terlanggar, sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman.

4. Empati yang Terlalu Kuat

Memiliki empati tinggi adalah anugerah, tetapi juga bisa menjadi beban di tempat ramai. Mengapa ini bisa terjadi?

Orang yang sangat empatik bisa menyerap perasaan orang lain secara berlebihan, mulai dari kecemasan, kegembiraan, hingga frustrasi, semuanya bercampur jadi satu.

Inilah alasan orang tidak suka keramaian karena membuat emosi mereka cepat terkuras.

5. Kehilangan Kontrol dalam Situasi Ramai

Beberapa orang lebih suka berada di situasi yang bisa diprediksi. Di tempat ramai, kontrol itu hilang.

Hal ini karena terlalu banyak orang, terlalu banyak suara, dan terlalu banyak hal yang tidak bisa diprediksi. Akibatnya, mereka merasa gelisah dan lebih memilih tempat tenang.

6. Rentan terhadap Stres dan Kecemasan

Bagi sebagian orang, keramaian bisa menjadi pemicu kecemasan. Suasana penuh orang dapat membuat jantung berdebar, telapak tangan berkeringat, bahkan memicu serangan panik.

Kondisi ini bukan sekadar “tidak suka”, melainkan respon tubuh terhadap stres. Menurut American Psychological Association (APA), keramaian dapat meningkatkan kadar kortisol yang berhubungan dengan stres.

7. Lebih Menyukai Hubungan yang Mendalam

Tidak semua orang menikmati interaksi singkat dengan banyak orang. Sebagian besar lebih memilih percakapan yang intim dan mendalam dibandingkan basa-basi di tempat ramai.

Inilah salah satu alasan orang tidak suka tempat ramai: mereka merasa tidak mendapatkan koneksi emosional yang mereka butuhkan.

8. Menghindari Overstimulasi

Bagi beberapa orang dengan kondisi tertentu, berada di lingkungan yang ramai terlalu lama dapat menyebabkan mudah tersinggung, kecemasan, atau panik.

Hal ini terutama sulit bagi orang-orang dengan gangguan kecemasan, spektrum autisme, atau PTSD.

Adapun overstimulasi terjadi ketika otak menerima lebih banyak rangsangan daripada yang dapat ditangani.

Misalnya, kebisingan, gerakan, cahaya, bau, dan kedekatan. Semua ini dapat memicu kelelahan, atau kecemasan.

9. Kebutuhan Akan Ketentraman dan Keheningan

Alasan seseorang suka menghindari keramaian yang terakhir adalah kebutuhan akan ketenangan.

Mereka merasa lebih damai di lingkungan yang sunyi, seperti membaca di rumah, berjalan di taman, atau sekadar duduk di kafe yang tenang.

Keramaian dianggap terlalu menguras energi dan mengganggu keseimbangan batin mereka.

Ada banyak alasan seseorang suka menghindari keramaian, mulai dari sifat introvert, sensitivitas tinggi, kebutuhan ruang pribadi, hingga kecenderungan mengalami stres.

Tidak ada yang salah dengan hal ini, karena setiap orang memiliki cara berbeda dalam mengisi ulang energi mereka.

Memahami penyebab tidak suka keramaian dapat membantu kita lebih menghargai pilihan orang lain, termasuk ketika mereka menolak ajakan ke tempat ramai.

Pada akhirnya, baik suka maupun tidak suka keramaian adalah bagian dari kepribadian.

Dengan mengenali alasan orang tidak suka keramaian, kita bisa lebih bijak dalam menjaga kesehatan mental serta memilih lingkungan yang paling sesuai dengan diri kita. (*)

EDITOR: Siti Nur Qasanah