JawaPos.com - Apakah kamu merasa seperti menjalin hubungan dengan seorang anak kecil yang terperangkap dalam tubuh orang dewasa?
Awalnya dia mungkin tampak menawan dan mandiri, tetapi seiring berjalannya waktu, kamu menyadari bahwa kamu harus mengurusnya, baik secara emosional maupun praktis.
Hubungan dengan pria kekanak-kanakan bisa sangat melelahkan, karena dia tidak memiliki kedewasaan emosional dan keterampilan hidup yang diperlukan untuk menjadi pasangan yang setara.
Tingkah lakunya yang tidak dewasa ini sering kali berasal dari kurangnya kemampuan untuk mengelola emosi dan ketakutan untuk menjadi rentan.
Alih-alih berkomunikasi secara terbuka, dia memilih untuk menutup diri atau marah-marah saat menghadapi masalah.
Dia tidak mampu menerima kritik dan selalu membutuhkan pujian, membuatmu merasa seperti harus menjadi orang tua baginya.
Untuk membantumu mengenali pola ini, berikut adalah 7 tanda nyata bahwa kamu sedang berurusan dengan seorang pria yang kekanak-kanakan, seperti dirangkum dari laman Your Tango.
1. Dia Terbatas Secara Emosional
Seorang pria kekanak-kanakan mungkin tampak menawan di awal, tetapi dia tidak memiliki kedalaman emosional untuk benar-benar terhubung denganmu. Percakapan dengannya hanya sebatas permukaan.
Jika kamu bertanya tentang perasaannya, dia akan bercanda atau mengalihkan pembicaraan. Sikapnya yang santai menyembunyikan kenyataan bahwa dia tidak tahu cara mengakses emosinya, apalagi mempertahankan hubungan yang serius.
2. Dia Tidak Bisa Rentan
Dia menjaga jarak dengan tidak pernah benar-benar terbuka. Dia takut akan keintiman sejati, jadi dia membangun tembok di sekitarnya. Saat kamu mencoba mencari tahu tentang harapan atau ketakutannya, dia akan mengabaikan pertanyaanmu.
Ketidakmampuannya untuk rentan menunjukkan ketidakstabilan emosional yang jauh dari kepercayaan diri yang dia tunjukkan.
3. Dia Tidak Bisa Mengatur Emosinya
Kamu akan tahu jika dia kekanak-kanakan saat dia tidak mampu mengendalikan perasaannya. Dia tidak memiliki cara untuk memproses emosinya, sehingga dia bisa "mengamuk" saat sesuatu tidak berjalan sesuai keinginannya.
Dia mungkin menyalahkanmu, merajuk, atau bahkan mendiamkanmu. Ledakan emosi ini adalah tanda nyata bahwa dia belum dewasa secara emosional untuk mengatasi kekecewaan.
4. Dia Menutup Diri Saat Terjadi Konflik
Alih-alih melihat konflik sebagai kesempatan untuk tumbuh, dia akan menutup diri atau diam. Ego rapuhnya merasa terancam saat dia tahu kamu tidak sepenuhnya bahagia dengannya.
Konflik adalah bagian alami dari setiap hubungan, tetapi pria kekanak-kanakan tidak memiliki ketahanan emosional untuk menghadapinya dengan tenang. Baginya, konflik adalah ancaman, bukan kesempatan untuk menjadi lebih dekat.
5. Dia Tidak Bisa Menerima Umpan Balik
Dia akan merespons secara defensif saat kamu mencoba memberikan masukan. Dia menganggap umpan balik sebagai serangan pribadi, bukan sebagai alat untuk refleksi dan pertumbuhan.
Menerima kritik dengan lapang dada adalah tanda kedewasaan, menunjukkan komitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Namun, pria kekanak-kanakan melihat kritik sebagai ancaman, bukan hadiah untuk memperbaiki diri.
6. Dia Butuh Validasi Terus-Menerus
Kebutuhannya akan pujian dan validasi sangat terlihat. Dia menginginkan perhatianmu setiap saat, bahkan untuk tugas-tugas kecil. Dia terus-menerus membicarakan pencapaiannya untuk menutupi rasa tidak amannya.
Dia tidak bertanggung jawab atas perasaannya, melainkan berharap kamu akan meningkatkan harga dirinya setiap kali dia merasa tidak baik.
7. Dia Kurang Memiliki Keterampilan Hidup Dasar
Seringkali, dia tidak bisa mengurus dirinya sendiri karena dimanja sejak kecil. Dia berharap kamu memenuhi kebutuhannya, sama seperti ibunya.
Dia mungkin tidak tahu cara mencuci pakaian atau membersihkan rumah, atau dia akan melakukannya dengan asal-asalan agar kamu akhirnya mengerjakannya sendiri.
Sikap ini menunjukkan kurangnya kemandirian dan rasa bahwa mengurus rumah tangga adalah tugas wanita, yang pada akhirnya sangat melelahkanmu.