← Beranda

Cemas Saat Chat-mu Tak Kunjung Dibalas? Ternyata Ini 7 Ciri Khas yang Menggambarkan Dirimu, Kata Psikologi

Ajilan Fauza FathayanieRabu, 27 Agustus 2025 | 16.31 WIB
Chat tidak dibalas./Freepik.

JawaPos.com - Pernah merasa gelisah atau pikiran langsung kemana-mana saat chat yang kamu kirim tidak segera dibalas? Rasa cemas ini ternyata bukan sekadar kebiasaan buruk atau overthinking semata.

Menurut psikologi, ada alasan yang lebih dalam di balik reaksi kita terhadap balasan pesan yang tak kunjung datang. Ternyata, rasa gelisah ini sering kali berkaitan dengan ciri-ciri kepribadian tertentu yang ada di dalam diri kita.

Artikel ini akan mengupas tuntas semua ciri khas kepribadian tersebut yang membuat seseorang mudah cemas saat chat belum dibalas, sehingga kamu bisa lebih memahami dirimu sendiri, dan mungkin juga belajar lebih sabar dalam menghadapi dunia digital yang serba cepat ini.

Dilansir dari laman Global English Editing pada Selasa (26/8), berikut merupakan 7 ciri khas yang dimiliki oleh orang yang sering merasa cemas saat chat tak kunjung dibalas, menurut psikologi.

1. Sangat sensitif

Baca Juga: 7 Ciri-Ciri Generasi Sandwich yang Hidupnya Penuh Tanggung Jawab dan Pengorbanan, Kamu Termasuk?

Orang yang sangat sensitif biasanya memiliki kepekaan yang lebih tinggi dibandingkan orang lain.

Mereka mampu menangkap detail kecil yang mungkin luput dari perhatian banyak orang, termasuk dalam hal komunikasi.

Karena kepekaan ini, mereka juga cenderung memikirkan sesuatu lebih dalam dan menanggapi dengan perasaan yang sangat kuat.

Saat ada balasan pesan yang terlambat, hal kecil ini bisa dengan mudah ditafsirkan sebagai tanda penolakan atau bahkan adanya masalah.

Sebenarnya bukan berarti mereka berlebihan, melainkan karena cara pikir mereka memang lebih rumit dan penuh perasaan.

Inilah yang kemudian membuat mereka lebih rentan mengalami kecemasan hanya karena menunggu jawaban.

2. Perfeksionis

Sifat perfeksionis membuat seseorang selalu ingin segala sesuatunya berjalan sempurna, termasuk dalam hal berkomunikasi dengan orang lain.

Bagi mereka, pesan yang dikirim harus jelas, tepat, dan tidak menyinggung. Maka dari itu, saat tidak segera mendapatkan balasan, mereka akan mulai berpikir apakah ada yang salah dengan pesan tersebut.

Bisa jadi menurut mereka pesannya terlalu panjang, kurang jelas, atau malah membuat lawan bicara tersinggung. Semakin lama menunggu, semakin banyak keraguan yang muncul dalam pikiran mereka.

Hal ini membuat mereka cenderung menghubungkan keterlambatan balasan dengan kesalahan pribadi, padahal belum tentu demikian.

3. Takut ditolak

Rasa takut ditolak adalah salah satu penyebab utama kecemasan saat menunggu balasan.

Bagi orang yang memiliki ketakutan ini, keterlambatan dalam menjawab pesan sering kali dianggap sebagai tanda tidak diinginkan atau dianggap tidak penting.

Hal ini membuat mereka merasa tidak cukup baik, meskipun sebenarnya lawan bicaranya mungkin hanya sedang sibuk.

Perasaan takut ditolak ini sulit dikendalikan karena sangat berkaitan dengan harga diri. Oleh karena itu, setiap balasan yang tidak segera datang bisa memicu rasa gelisah yang berlebihan.

4. Membutuhkan kontrol

Ada orang yang dalam kesehariannya selalu ingin segalanya berada di bawah kendali. Mereka merasa lebih tenang jika sesuatu berjalan sesuai rencana atau sesuai dengan yang mereka harapkan.

Ketika mengirim pesan dan tidak segera mendapatkan balasan, rasa kontrol itu seakan hilang.

Mereka tidak bisa menentukan kapan atau bagaimana orang lain akan merespons, dan situasi ini membuat mereka merasa gelisah.

Rasa cemas muncul karena keadaan tidak sesuai dengan keteraturan yang biasanya mereka jaga. Sifat ini membuat menunggu terasa sangat berat, bahkan untuk hal yang sederhana seperti balasan pesan.

5. Sering overthinking

Overthinking adalah kebiasaan memikirkan sesuatu secara berlebihan, bahkan sampai membuat pikiran sendiri menjadi lelah.

Orang dengan sifat ini cenderung membayangkan berbagai kemungkinan, baik yang masuk akal maupun yang tidak.

Saat pesan tidak segera dibalas, mereka langsung memikirkan banyak hal, seperti apakah pesannya salah, apakah lawan bicara marah, atau ada masalah lain.

Semakin lama balasan tersebut tak kunjung datang, semakin banyak pula skenario buruk yang muncul di kepala.

Padahal, bisa saja keterlambatan itu hanya karena hal sepele, seperti lawan bicara sedang sibuk atau lupa membuka pesan. Namun, bagi seorang overthinker, hal kecil seperti ini bisa berkembang menjadi kekhawatiran yang besar.

6. Empati tinggi

Orang yang memiliki empati tinggi biasanya sangat peka terhadap perasaan orang lain. Mereka mudah merasakan apa yang dirasakan orang lain, bahkan tanpa kata-kata.

Sifat ini membuat mereka cenderung terlalu memikirkan kondisi orang lain. Saat balasan pesan tidak kunjung datang, mereka bisa langsung khawatir.

Mereka mulai berpikir apakah orang itu sedang baik-baik saja, apakah ada hal buruk yang terjadi, atau bahkan apakah pesan mereka membuat lawan bicara merasa tersinggung.

Rasa peduli yang terlalu besar ini justru membuat mereka cemas, meski sebenarnya tidak ada masalah apa-apa.

7. Pencapai tinggi (high achiever)

Orang dengan sifat pencapai tinggi merupakan sosok yang terbiasa bergerak dengan cepat, teratur, dan efisien dalam segala hal.

Mereka suka menyelesaikan sesuatu dengan segera karena merasa harus selalu produktif.

Ketika ada balasan pesan yang terlambat, bagi mereka hal itu seperti penghalang yang menghambat langkah.

Keterlambatan sekecil apa pun bisa membuat mereka merasa tidak nyaman, karena ritme kerja atau kebiasaan mereka yang serba cepat menjadi terganggu.

Kecemasan akan muncul karena mereka terbiasa mendapatkan hasil langsung, sementara dalam hal komunikasi, tidak semua orang memiliki kecepatan yang sama. Sifat ini sering kali membuat mereka kurang sabar dalam menunggu.

EDITOR: Hanny Suwindari