JawaPos.com – Pernahkah kamu bertemu dengan seseorang yang tanpa disadari membuat orang lain nyaman untuk mengikuti arahannya?
Sosok yang secara alami memancarkan wibawa tanpa harus berteriak, memerintah, atau menonjolkan jabatannya.
Seseorang yang demikian bisa jadi adalah natural leader atau pemimpin alami. Atau lebih puitisnya, orang yang terlahir sebagai pemimpin.
Seorang natural leader umumnya memiliki kemampuan memimpin secara alami. Bukan karena posisi atau status jabatan, melainkan karena sikap, empati, dan pengaruh positif uang disebarkan.
Mereka mampu menginspirasi, menjaga kepercayaan, sekaligus mendorong tim atau orang di sekelilingnya untuk berkembang.
In this economy, menjadi pemimpin bukan lagi soal gelar yang berjajar di belakang nama, bukan pula soal kekuasaan.
Kepemimpinan adalah bagaimana seseorang dapat memandu, mendukung, dan memberi arahan.
Untuk itu, tulisan ini akan membedah ciri-ciri pemimpin alami (natural leader) dan menemukan cara untuk mengasah potensi kepemimpinan yang mungkin sudah ada dalam diri kita.
Dilansir dari Geediting, berikut 10 ciri-ciri orang yang punya kemampuan memimpin secara alami.
1) Menghadapi Rintangan dan Kegagalan
Seseorang yang memiliki jiwa kepemimpinan bukan berarti selalu dihormati.
Kadang-kadang mereka juga mengalami kesulitan. Namun, ketika kesulitan itu datang, mereka tidak menganggapnya sebagai halangan.
Jiwa pemimpin akan melihat kesulitan itu sebagai rintangan yang harus dilalui. Bahkan, sebagai peluang untuk tumbuh dan belajar.
Mereka tidak hanya diam dan bertahan, melainkan menerima dan menghadapinya.
Pun ketika mereka harus menghadapi kegagalan, para leader sejati tidak akan berlama-lama dalam keterpurukan.
Pemimpin alami akan segera fokus untuk mencari solusi dan bangkit kembali.
Hal ini bukan berarti mengabaikan rasa sakit yang datang bersama kegagalan dan rintangan yang dihadapi, melainkan tentang kemampuan bertahan dalam tekanan dan terus melaju terlepas dari kesulitan yang dihadapi.
Jadi, ketika kamu menghadapi kesulitan, jangan terburu-buru menyerah.
Pikirkan hal itu sebagai kesempatan untuk berkembang.
Setiap kegagalan adalah jalan masuk untuk kesempatan lain yang lebih baik.
2) Membangun Hubungan yang Autentik
Bahkan dalam dunia kerja yang super profesional, kepemimpinan tetap membutuhkan unsur kekeluargaan.
Cara untuk menumbuhkan unsur tersebut adalah dengan membangun hubungan yang autentik.
Yakni sebuah hubungan yang didasari oleh ketulusan dan motivasi untuk terus maju bersama.
Seorang pemimpin alami tidak berdiri sendirian, mereka berdiri bersama dan untuk orang lain.
Hubungan tulus yang dibangun bersama akan melahirkan kekuatan, keberanian untuk terus maju, ketahanan untuk bangkit dari kegagalan, dan kebahagiaan yang tidak bisa didapat saat berjuang sendirian.
Pemimpin sejati tidak melulu ingin mendominasi, mereka cenderung berorientasi pada kolaborasi.
Mereka menekankan pada sikap saling menghormati, empati, dan kerja sama.
Bagi seorang pemimpin alami, keberhasilan adalah sesuatu yang diraih bersama-sama.
3) Melepaskan Diri dari Keyakinan yang Membatasi
Seorang pemimpin alami sering kali meremehkan kemampuannya. Mereka terkendala oleh kondisi sosial dan batasan yang mereka tetapkan sendiri.
Namun, apa yang terjadi jika mereka membebaskan diri?
Ketika kita tidak lagi mengkhawatirkan tentang batasan-batasan yang ada di kepala, kita akan menemukan lebih banyak ide dan inovasi baru.
Hal-hal yang mungkin belum pernah dilakukan sebelumnya, padahal memiliki potensi dampak positif yang besar.
Hal-hal yang mungkin belum pernah terjadi karena dibatasi oleh ketakutan-ketakutan yang tidak nyata.
Pemimpin alami tidak takut untuk menginisiasi perubahan.
Mereka akan memperkirakan risiko dan menghadapinya dengan penuh persiapan.
Dari sinilah dapat terjadi perkembangan yang menyegarkan.
Jadi, bebaskan pikiranmu dan mulailah menginspirasi langkah baru!
4) Menerima Pertumbuhan dan Kesadaran Diri
Menjadi pemimpin bukan berarti harus mengetahui jawaban dari semua pertanyaan, tetapi dengan menanyakan hal yang benar dan berani menghadapi ketidaktahuan.
Pemimpin alami juga manusia biasa. Ada kalanya mereka tidak mengetahui jawaban dari beberapa pertanyaan.
Menyadari dan mengakui ketidaktahuannya adalah ciri utama mereka.
Pemimpin alami sadar bahwa masih ada hal-hal yang perlu dipelajari.
Mereka menganggapnya sebagai perkembangan berkelanjutan.
Kesadaran diri juga bukan berarti pasrah begitu saja, melainkan cara untuk menerima fakta bahwa mereka masih punya kesempatan untuk terus berkembang.
5) Memprioritaskan Kesejahteraan Bersama daripada Kesuksesan Pribadi
Di zaman sekarang, kesuksesan pribadi dianggap sebagai hal yang paling membanggakan.
Akan tetapi, pemimpin alami memahami bahwa kesejahteraan sejati bukan dari kesuksesan individual, melainkan kesejahteraan bersama.
Kesuksesan sejati tidak diukur dari seberapa banyak yang kita dapatkan, tetapi dari seberapa besar yang kita kontribusikan.
6) Menghargai Kreativitas dan Inovasi
Pemimpin alami percaya bahwa kreativitas bukan hal langka.
Ini adalah hal dasar yang melekat pada tiap-tiap manusia yang berorientasi pada progres dan inovasi.
Kreativitas dapat tumbuh dari banyaknya kesulitan dan tantangan hidup yang dihadapi.
Semakin beragam tantangan yang ada, semakin kreatif kita dalam memikirkan solusinya.
Kepemimpinan adalah tentang mendorong kreativitas pribadi maupun banyak orang.
Ini berarti membangun lingkungan di mana ide baru diterima dan inovasi dirayakan.
7) Bertanggung Jawab Penuh atas Hidup
Tidak sedikit orang yang menyalahkan keadaan atau orang lain untuk masalah yang mereka hadapi.
Namun, pemimpin alami mengerti bahwa kekuatan sejati datang dari pertanggungjawaban penuh atas hidupnya sendiri.
Ada kalanya kita menghadapi masalah yang berat dan ingin melemparkan kesalahan itu pada orang lain.
Ini respon alami ketika kita terlalu stress dalam menghadapi permasalahan.
Tetapi, perlu diingat, orang dengan jiwa kepemimpinan tidak akan benar-benar melimpahkan masalah pada orang lain lalu kabur bergitu saja.
Pemimpin alami akan bertanggung jawa atas penyelesaian masalah tersebut.
Mereka mengetahui bahwa, tidak ada yang lebih menguasai permasalahan hidupnya dibanding dirinya sendiri.
Ini membuat pemimpin alami selalu terlihat mampu membuat perubahan, menyelesaikan permasalahan, dan khususnya menjadi pemimpin yang lebih tangguh.
8) Menantang Norma dan Nilai-Nilai Masyarakat
Menantang norma dan nilai masyarakat tidak berarti melanggar aturan atau tradisi.
Pemimpin alami mengetahui mana norma sosial yang tidak lagi relevan dan nilai-nilai yang tidak lagi sejalan dengan kehidupan zaman sekarang.
Mereka tidak takut untuk melakukan pembaharuan dari nilai-nilai tersbut demi menciptakan dunia yang lebih baik.
Kepemimpinan adalah tentang membela kebenaran meski banyak yang meragukan.
Ini tentang bagaimana kita menantang status quo dan menginspirasi banyak orang untuk melakukan hal yang serupa.
9) Merayakan Keberagaman dan Inklusivitas
Dalam kehidupan yang sering kali hanya menjunjung tinggi kompetisi dan pencapaian pribadi, pemimpin alami menemukan pentingnya menerima keberagaman dan inklusivitas.
Setiap manusia dianugerahi dengan kemampuan dan karakter yang berbeda-beda.
Pemimpin alami tahu betul akan hal itu dan berusaha untuk menerima keberagaman yang ada di sekelilingnya.
Bukan hanya itu, mereka juga berusaha untuk memberdayakan setiap keragaman, sehingga tidak satupun orang-orang merasa diabaikan.
Mereka membaca potensi seperti membaca buku. Pelan, teliti, dan tepat sasaran.
Ini membuat orang lain merasa diakui, dihargai, dan dilibatkan.
Kepemimpinan yang efektif melibatkan pembentukan atmosfer yang inklusif.
Hal ini berkaitan dengan menciptakan ruang yang membuat setiap orang di dalamnya merasa dihormati, didengar, dan didorong untuk berbagi sudut pandang serta ide-ide unik mereka.
10) Menyesuaikan Tindakan dengan Prinsip Personal
Kebanyakan orang menjalani kehidupan dengan menggantungkan semangat pada tekanan dari luar.
Bahkan, tidak sedikit yang tanpa sadar telah kehilangan akses pada prinsip-prinsip pribadinya.
Pemimpin alami akan berusaha semaksimal mungkin untuk memastikan tindakan mereka sesuai dengan prinsip yang mereka pegang.
Kepemimpinan sejati adalah tentang menjunjung tinggi ketulusan dan mendorong orang lain untuk menerima jati diri yang sebenarnya.
Ini adalah kemampuan istimewa pemimpin alami untuk menginspirasi orang lain agar mengikuti jejak mereka.
Menjadi diri sendiri dan berpegang teguh dengan prinsip pribadi.
Tidak ada yang lebih menarik dan menginspirasi daripada orang yang hidup apa adanya dan selalu merasa cukup dengan dirinya. (*)