JawaPos.com - Pernikahan seharusnya menjadi sebuah kemitraan, di mana suami dan istri berjalan seiring, saling mendukung, dan berbagi tujuan yang sama. Namun kenyataannya, ada beberapa kebiasaan yang tanpa sadar bisa membuat seorang istri justru merusak suaminya sendiri.
Menurut para pakar hubungan, sikap-sikap ini mungkin terlihat sepele, tetapi jika dilakukan terus-menerus, bisa mengikis fondasi rumah tangga, memunculkan rasa sakit hati, hingga menimbulkan keretakan yang sulit diperbaiki.
Agar hubungan tetap sehat, komunikasi terbuka dan empati sangat penting.
Dilansir dari Your Tango, berikut adalah lima hal yang diam-diam dapat dilakukan istri dan berpotensi merusak suaminya dalam pernikahan:
Baca Juga: Mengapa Kita Jadi Overthinker? Ini 6 Alasan Psikologis di Balik Kebiasaan Terlalu Banyak Berpikir
1. Menjadikan Suami sebagai Tokoh Jahat
Salah satu kesalahan umum adalah membuat suami selalu terlihat sebagai pihak yang keras atau penegak aturan, sementara istri tampil sebagai sosok yang santai dan menyenangkan di depan anak-anak.
Dinamika ini menciptakan kesenjangan dalam pola asuh dan berpotensi membuat anak lebih berpihak kepada salah satu orang tua. Hasilnya, suami merasa diposisikan buruk, dan hubungan keluarga pun renggang.
Diskusikan aturan bersama sejak awal. Buat daftar aturan keluarga yang disepakati bersama sehingga tidak ada pihak yang merasa ditinggalkan atau dijadikan musuh.
Baca Juga: Jika Ingin Lebih Banyak Rasa Hormat dan Rasa Syukur di Usia Tua, Tinggalkan 7 Kebiasaan Ini
2. Bertengkar dengan Mertua
Masalah dengan keluarga besar, terutama mertua, sering menjadi sumber konflik. Studi bahkan menunjukkan bahwa sekitar 60% wanita mengalami ketegangan jangka panjang dengan ibu mertua mereka.
Saat seorang istri terlalu sering memprioritaskan perasaan keluarga dibandingkan suaminya, hal ini bisa menimbulkan rasa tidak dihargai.
Buat batasan yang jelas antara kebutuhan keluarga inti dan keluarga besar. Diskusikan prioritas sebagai pasangan agar tidak ada yang merasa diabaikan.
3. Membicarakan Keburukan Suami kepada Teman
Curhat ke teman memang wajar, tapi membicarakan hal-hal pribadi apalagi yang sensitif bisa merusak harga diri suami. Bayangkan jika teman-teman mengetahui masalah intim rumah tangga, tentu akan menimbulkan rasa malu dan tidak dihargai.
Solusi: Tentukan topik yang tabu untuk diceritakan keluar. Jika ada masalah serius, lebih baik langsung dibicarakan dengan pasangan, bukan pihak luar.
4. Menghamburkan Uang Tanpa Diskusi
Masalah keuangan adalah salah satu penyebab utama pertengkaran rumah tangga. Membuat keputusan finansial besar tanpa berdiskusi atau sering mengeluarkan uang untuk hal-hal yang tidak penting dapat menimbulkan rasa frustrasi pada pasangan.
Lakukan pertemuan rutin bulanan untuk membicarakan kondisi keuangan keluarga. Diskusikan pembelian besar sebelum dilakukan agar tidak ada yang merasa dikorbankan.
5. Menahan Intimasi sebagai Bentuk Hukuman
Fluktuasi dalam kehidupan intim memang wajar, tetapi menjadikannya sebagai senjata untuk menghukum pasangan bisa sangat merusak. Suami dapat merasa diabaikan, tidak diinginkan, dan akhirnya hubungan emosional ikut terkikis.
Jadwalkan waktu khusus seperti kencan mingguan atau mencoba aktivitas baru bersama untuk menghidupkan kembali keintiman. Ingat, intimasi bukan hanya soal fisik, tapi juga soal kedekatan emosional.
Lima kebiasaan di atas sering kali dilakukan tanpa sadar, tetapi dampaknya bisa besar terhadap pernikahan. Dengan komunikasi yang baik, saling menghargai, dan usaha untuk memahami perasaan pasangan, setiap masalah bisa diatasi sebelum berkembang menjadi konflik besar. (Sri Wahyuni)