← Beranda

Terus Kepikiran Mantan? Inilah 7 Alasan Psikologis Mengapa Anda Masih Memikirkannya

Rabbany WanadrianiSabtu, 26 Juli 2025 | 16.25 WIB
ilustrasi orang yang sulit move on. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com – Putus cinta bisa melelahkan secara emosional dan pikiran tentang mantan terus muncul kembali.

Anda mungkin mendapati diri memutar kembali kenangan lama, memeriksa media sosialnya, atau terkadang bahkan memimpikan sang mantan.

Meskipun terkadang membingungkan, Anda tidak perlu menyalahkan diri sendiri.

Faktanya ada alasan psikologis di baliknya yang sering kali lebih dalam dan tidak kentara.

Pola mental dan emosional yang tersembunyi ini dapat membuat seseorang tetap terikat secara mental dengan seseorang, bahkan setelah mengikuti tips praktis untuk move on.

Dilansir English jagran, berikut 7 alasan psikologis mengapa Anda tidak bisa berhenti memikirkan mantan.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Leo dan Virgo 26 Juli 2025: Mulai dari Cinta, Karir, Kesehatan dan Keuangan

  1. Otak Anda tidak mudah lepas

Manusia secara alami mempertahankan hubungan, terutama hubungan yang memberi mereka kenyamanan dan keamanan.

Pikiran terikat pada orang-orang yang telah menjadi bagian penting dalam hidup mereka.

Jadi, ketika seseorang yang dekat dengan mereka tiba-tiba tidak ada, otak akan terus mengingat kenangan tersebut.

Terkadang, bukan orang yang kita rindukan, melainkan perasaan familiar yang mereka bawa ke dalam hidup kita.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Sagitarius dan Capricorn 26 Juli 2025: Mulai dari Cinta, Karir, Kesehatan dan Keuangan

  1. Anda sedih atas hilangnya hubungan

Putus cinta bukan hanya tentang kehilangan seseorang, tetapi juga tentang melepaskan rutinitas, lelucon, kebiasaan, dan interaksi sehari-hari yang telah kita lalui bersama.

Merindukan mantan mungkin berarti kita sedang berduka atas hubungan yang kita jalin dengan orang tercinta, bukan merindukannya secara langsung.

  1. Cinta mempengaruhi kimia otak

Jatuh cinta melepaskan hormon-hormon bahagia di otak seperti dopamin, serotonin, dan oksitosin yang membuat orang merasa bersemangat, aman, dan bahagia.

Setelah putus cinta, otak mungkin menginginkan perasaan-perasaan itu lagi.

Alhasil memikirkan mantan dapat memicu kenangan-kenangan emosional tersebut, yang hampir terasa seperti kegembiraan emosional yang alami.

  1. Anda masih memiliki emosi yang belum selesai

Jika hubungan berakhir tanpa penyelesaian atau komunikasi yang tepat, pikiran mungkin terus mencari jawaban.

Anda mungkin merasa bersalah, sedih, menyesal, atau marah, meskipun Anda tidak menyadari alasan perpisahan.

Perasaan yang belum terselesaikan dapat membuat Anda terobsesi dengan mantan.

  1. Keterikatan mungkin tidak sehat

Terkadang, orang sering kehilangan jati diri dalam hubungan. Jika identitas terlalu terikat pada mantan, perpisahan membuat orang tersebut merasa kehilangan dan bingung.

Ini adalah tanda untuk mulai membangun kembali diri dan menjadi diri yang utuh kembali, mandiri, dan tidak bergantung pada siapa pun.

  1. Anda mungkin menghindari pertumbuhan pribadi

Terkadang, memikirkan mantan membuat orang mengalihkan fokus dari diri mereka sendiri.

Jika Anda seseorang yang mengabaikan tujuan, persahabatan, atau hobi sendiri, hal itu bisa jadi cara untuk menghambat perkembangan pribadi.

Putus cinta memang menyakitkan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menemukan kembali jati diri Anda.

  1. Anda terlalu keras pada diri sendiri

Memang penyembuhan membutuhkan waktu, tetapi memaksakan diri untuk melanjutkan hubungan dengan cepat justru dapat memperburuk keadaan.

Penting untuk bersikap baik kepada diri sendiri dan menerima apa yang Anda rasakan.

Cobalah menulis jurnal atau berbicara dengan seseorang yang paling Anda percayai, ini akan membantu penyembuhan hubungan lebih dari yang Anda bayangkan.

EDITOR: Hanny Suwindari