← Beranda

Orang yang Tampak Awet Muda Jiwanya Biasanya Mengikuti 7 Pola Pikir Harian Ini Menurut Psikologi

Irfan FerdiansyahSenin, 21 Juli 2025 | 04.42 WIB
seseorang yang memiliki jiwa awet muda (Freepik/CandyRetriever)

 

JawaPos.com - Dalam dunia psikologi, awet muda tidak hanya merujuk pada kondisi fisik, tetapi juga pada kondisi jiwa—yakni bagaimana seseorang mempertahankan semangat hidup, rasa ingin tahu, dan sikap positif terhadap perubahan seiring bertambahnya usia.

Banyak orang terlihat tua sebelum waktunya bukan karena kerutan atau uban, tetapi karena jiwanya lelah, pesimis, dan kaku terhadap kehidupan.

Sebaliknya, mereka yang awet muda jiwanya justru memancarkan aura hidup yang segar, ringan, dan antusias—apa pun usianya.

Psikologi mencatat bahwa orang-orang yang jiwanya tetap muda biasanya memiliki kebiasaan berpikir tertentu yang mereka ulangi setiap hari.

Pola pikir ini membantu mereka mengatasi stres, beradaptasi dengan perubahan zaman, dan tetap merasa bersemangat menjalani hidup.

Dilansir dari Geediting pada Minggu (20/7), terdapat 7 pola pikir harian yang menurut psikologi cenderung diikuti oleh orang-orang yang tampak awet muda jiwanya:

1. “Selalu Ada yang Bisa Dipelajari Hari Ini”

Orang yang jiwanya awet muda tidak pernah merasa dirinya sudah tahu segalanya.

Mereka memiliki apa yang dalam psikologi disebut growth mindset—keyakinan bahwa kemampuan bisa terus berkembang dengan belajar.

Mereka membaca, mengeksplorasi hal baru, mencoba aplikasi baru, atau sekadar ingin tahu tentang dunia di sekitar mereka.

Pikiran yang aktif dan terbuka seperti ini menjaga otak tetap tajam dan mencegah stagnasi mental.

Psikolog Carol Dweck menekankan bahwa individu dengan growth mindset cenderung lebih tangguh dan fleksibel terhadap tantangan hidup, yang membantu mempertahankan semangat muda.

2. “Umur Hanyalah Angka, Bukan Batasan”

Alih-alih membatasi diri karena usia, mereka yang awet muda jiwanya justru mengabaikan stereotip tentang umur.

Mereka tidak segan memulai hobi baru di usia 40-an, berlatih yoga di usia 60-an, atau bahkan belajar bahasa asing saat pensiun.

Mereka menolak dikekang oleh persepsi sosial yang menyatakan bahwa ada hal-hal yang "tidak pantas" dilakukan di usia tertentu.

Keyakinan ini menjaga mereka tetap aktif, penuh rasa ingin tahu, dan terhindar dari sindrom "sudah terlalu tua untuk memulai".

3. “Tertawa Itu Obat Harian”

Mereka tidak terlalu serius terhadap kehidupan.

Mereka bisa menertawakan kesalahan, menertawakan lelucon receh, atau bahkan menertawakan diri sendiri.

Humor adalah bagian penting dari pola pikir mereka.

Psikologi menunjukkan bahwa tertawa melepaskan endorfin, mengurangi stres, dan memperbaiki suasana hati—semuanya berkontribusi terhadap jiwa yang sehat dan segar.

Rasa humor membuat seseorang lebih ringan menjalani hari, serta lebih mudah bergaul dan disukai banyak orang.

4. “Aku Tidak Bisa Mengontrol Segalanya, Tapi Aku Bisa Mengontrol Responku”

Mereka yang awet muda jiwanya tidak terperangkap dalam stres berlebihan karena hal-hal yang tidak bisa mereka kendalikan.

Mereka menerima kenyataan hidup dengan lapang dada dan fokus pada apa yang bisa mereka lakukan.

Dalam psikologi ini disebut locus of control internal—keyakinan bahwa kendali hidup ada di tangan sendiri.

Ini membantu mereka menjadi lebih resilien dan tenang, dua sifat yang membuat aura seseorang tampak lebih muda dan damai.

5. “Setiap Hari Layak Disyukuri”

Orang yang jiwanya awet muda memiliki kebiasaan melihat hal baik dalam hidupnya, sekecil apa pun.

Mereka membiasakan diri untuk bersyukur atas udara segar, makanan hangat, atau sapaan teman.

Pola pikir syukur ini berkaitan erat dengan kesejahteraan psikologis dan penurunan risiko depresi.

Rasa syukur membuat seseorang melihat hidup dengan kaca pembesar kebahagiaan, bukan kekecewaan.

6. “Saya Tidak Membandingkan Hidup Saya dengan Orang Lain”

Media sosial sering menjadi sumber stres karena membuat orang merasa hidup mereka kurang sempurna dibandingkan orang lain.

Tapi orang yang jiwanya awet muda tahu bahwa setiap orang punya waktu dan jalannya masing-masing.

Mereka fokus pada pertumbuhan pribadi, bukan pada pencapaian orang lain.

Pola pikir ini melindungi mereka dari rasa iri, tidak puas, atau cemas yang bisa membuat jiwa cepat lelah dan menua.

7. “Selalu Ada Kesempatan Kedua”

Mereka percaya bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya. Kesalahan bukanlah musibah, tapi bagian dari perjalanan. Mereka bangkit, mencoba lagi, dan bahkan bisa menertawakan kegagalan masa lalu.

Optimisme mereka membuat mereka terus maju tanpa terbebani masa lalu.

Pikiran yang penuh harapan seperti ini menjaga semangat tetap hidup dan memberi energi positif dalam menjalani hari.

Penutup: Awet Muda Dimulai dari Cara Berpikir

Orang-orang yang awet muda jiwanya bukanlah mereka yang menjalani hidup tanpa masalah, melainkan mereka yang menjalani hidup dengan cara berpikir yang sehat, lentur, dan penuh semangat.

Mereka tidak menolak kenyataan bahwa usia bertambah, tetapi mereka tidak membiarkan jiwa mereka ikut menua terlalu dini karena pikiran yang kaku, negatif, atau lelah.

Dengan membentuk pola pikir harian seperti tujuh poin di atas, siapa pun bisa menjaga jiwa tetap muda—tak peduli berapa usia di KTP.

Sebab, seperti kata pepatah bijak: “Kita tidak berhenti bermain karena menjadi tua. Kita menjadi tua karena berhenti bermain.”

***

EDITOR: Novia Tri Astuti