JawaPos.com - Tidak ada yang lebih menyebalkan daripada menyadari bahwa kamu selama ini hanya dimanfaatkan oleh orang lain. Dalam hubungan yang sehat, idealnya kedua belah pihak saling memberi dan menerima.
Tapi kalau hanya satu pihak yang merasa senang, sementara yang lain merasa terkuras, itu bisa jadi tanda hubungan yang penuh manipulasi dan toxic.
Percayalah, hubungan satu arah hanya akan membuat kamu capek secara mental maupun emosional.
Dilansir dari Parade.com, berikut ini lima tanda bahwa kamu mungkin sedang dimanfaatkan, berdasarkan penjelasan dari psikolog trauma dan pakar integrasi spiritual, Dr. Kirsten Viola Harrison.
Baca Juga: 7 Tips Hadapi Tantangan Berkendara di Jalan Basah Agar Terhindar dari Aquaplaning
1. Kamu merasa gelisah ketika berada di dekat mereka
Tanda ini memang halus, tapi cukup penting. Ketika seseorang memanfaatkan kamu, biasanya kamu akan merasa gelisah saat berada di dekat mereka. Kamu jadi terbiasa dalam mode siaga, merasa harus siap memenuhi permintaan mereka kapan saja.
Dr. Harrison menjelaskan bahwa sistem saraf kamu sebenarnya sudah menangkap sinyal-sinyal ini. Tubuhmu berada dalam kondisi "waspada tinggi," seolah bersiap menghadapi ancaman.
"Meskipun kamu tidak menyadarinya, jiwa kamu sebenarnya sedang memohon agar kamu memperhatikan dan mulai mengatur ulang seberapa banyak energi yang pantas kamu keluarkan untuk orang ini," ungkapnya.
Baca Juga: Ini Ciri-Ciri Orang dengan Weton yang Pendiam Tapi Berbahaya Kalau Disakiti, Jangan Main-main!
2. Kamu merasa harus terus menyenangkan dan melayani mereka
Orang yang memanfaatkan biasanya pandai memikat dan menggunakan pesona mereka untuk mengambil keuntungan. Kalau kamu merasa harus selalu menyenangkan mereka atau mencari validasi dari mereka, ini bisa jadi tanda bahwa kamu sedang dimanipulasi.
"Salah satu aspek paling licik dari kepribadian pengguna adalah kemampuannya memanfaatkan intuisi untuk membuat kamu melawan dirimu sendiri," jelas Dr. Harrison.
Kamu jadi terbiasa menomorduakan dirimu sendiri hanya demi mendapat persetujuan mereka. Lama-lama, kamu kehilangan rasa percaya diri dan merasa bahwa keberadaanmu hanya untuk memenuhi kebutuhan mereka.
3. Kebutuhanmu terasa diabaikan, bahkan kehadiranmu tidak dianggap
Kalau kamu merasa hubungan ini selalu berat sebelah dan kebutuhanmu tidak pernah benar-benar dipenuhi, itu pertanda serius. Menurut Dr. Harrison, pengguna biasanya hanya muncul saat mereka butuh sesuatu, lalu menghilang ketika kamu membutuhkan mereka.
Mereka tahu cara membuat kamu tetap tersedia untuk mereka, tetapi bersikap cuek saat kamu memerlukan dukungan. Hubungan seperti ini sangat tidak sehat, karena memberi dan menerima seharusnya berjalan seimbang.
"Kalau kamu merasa terkuras secara emosional, tetapi tidak pernah merasa terpenuhi, itu tanda kamu sedang dieksploitasi," ujar Dr. Harrison.
4. Kamu menjauh dari teman-teman hanya demi membahagiakan satu orang
Tanda halus lainnya adalah ketika kamu mulai mengurangi waktu dengan orang-orang terdekat hanya demi satu orang yang sebetulnya menyedot energimu. Ini bisa terjadi karena kamu merasa harus fokus sepenuhnya pada mereka.
Dr. Harrison menyebut bahwa para pengguna biasanya punya "pola" yang serupa. Mereka tahu kamu punya kecenderungan untuk terus mencoba "melakukannya dengan benar," dan mereka memanfaatkannya. Akibatnya, kamu malah menjauh dari orang-orang yang sebenarnya peduli padamu.
Hubungan seperti ini perlahan-lahan membuat dunia kamu mengecil, sampai satu-satunya dukungan yang kamu punya adalah mereka. Ironisnya, mereka juga yang menjadi sumber ketidakseimbangan mental dan emosionalmu.
5. Kamu mulai merasa tidak berharga
Kadang-kadang kita semua bisa keras terhadap diri sendiri, tapi kalau kamu mulai merasa tidak berharga atau kehilangan keyakinan pada diri sendiri, itu bisa jadi dampak dari relasi yang tidak sehat.
Dr. Harrison menjelaskan bahwa ketika batasan kamu dilanggar terus-menerus, kamu bisa merasa terkekang, terjebak, dan akhirnya mengalami gejala seperti depresi atau kecemasan.
Kamu jadi mempertanyakan kelebihan-kelebihan yang dulu kamu banggakan, bahkan bisa berakhir dengan membenci dirimu sendiri.
"Menurunkan harga diri hanya akan memberdayakan pengguna," tegasnya. Dalam jangka panjang, kamu jadi makin sulit keluar dari situasi tersebut karena kehilangan kendali atas rasa percaya dirimu.
Mengenali tanda-tanda ini bisa menjadi langkah awal untuk mempertanyakan ulang dinamika hubungan yang kamu jalani. Kamu berhak berada dalam hubungan yang sehat dan saling menghargai.