← Beranda

Kelihatannya Biasa, Tapi 7 Hal Ini Paling Sering Disesali Saat Usia Tua!

Nadia Aprilia KurniaSenin, 19 Mei 2025 | 18.45 WIB
Ilustrasi seseorang yang tak dikunjungi saat tumbuh menua (Dok. Freepik/Lifestylememory)

 

JawaPos.Com - Pernahkah kamu bertanya-tanya, apa yang paling sering disesali oleh orang-orang saat mereka menua? Menariknya, penyesalan terbesar bukanlah soal hal-hal besar seperti gagal membangun bisnis miliaran rupiah atau tidak memiliki rumah mewah. Justru, yang paling sering menghantui pikiran di usia tua adalah hal-hal kecil yang dulu tampak sepele.

Hal-hal yang sering kita abaikan karena merasa masih punya banyak waktu, kenyataanya waktu berlalu begitu saja. Banyak penelitian dan wawancara dengan orang lanjut usia menunjukkan bahwa penyesalan bukan datang dari apa yang pernah dilakukan, tapi justru dari apa yang tidak dilakukan.

Dilansir dari laman Youth Alive Portal, tujuh hal ini sering disesali saat usia tua karena saat masih mudah sering kali diabaikan. Jika dirimu masih berada di usia produktif, inilah saat yang tepat untuk mulai berpikir ulang dan memperbaiki arah hidup sebelum terlambat. 

  1. Tidak Bepergian Saat Ada Kesempatan

Tidak bepergian ketika kamu memiliki kesempatan adalah salah satu penyesalan terbesar yang sering dialami banyak orang di masa tuanya. Ketika tubuh masih kuat, tanggung jawab belum terlalu membebani, dan peluang terbuka lebar, justru itulah waktu terbaik untuk menjelajah dunia.

Namun, sayangnya, banyak yang menunda karena alasan pekerjaan, keterbatasan dana, atau sekadar rasa takut akan hal baru. Karena saat di masa tua kamu menyadarinya banyak keterbatasan yang muncul sehingga kamu tidak bisa lagi mencobanya. Maka dari itu, jika kamu menemukan kesempatan untuk bepergian entah itu dalam bentuk tiket pesawat murah, ajakan teman, atau waktu luang yang tiba-tiba jangan ragu.

  1. Tidak Belajar Bahasa Asing

Banyak orang baru menyadari nilai luar biasa dari kemampuan berbahasa asing setelah waktu berlalu, karena bukan hanya sekedar tentang kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang dari negara lain, melainkan juga membuka kesempatan profesional , cara berpikir, dan perspektif yang berbeda dari dunia yang mungkin sebelumnya terasa asing. Seringkali hal ini menjadi penyesalan yang disadari saat dewasa.

Banyak kesempatan yang datang jika kamu belajar bahasa asing selagi masih muda, jangan biarkan penyesalan datang kepadamu di usia tua. Jangan buat penyesalan yang sama dengan kebanyakan orang karena ini. Mulai latih dirimu dari membaca, berita, buku ataupun mendengarkan podcast bahasa asing.

  1. Bertahan Pada Toxic Relationship

Tinggal terlalu lama dalam hubungan yang beracun adalah salah satu kesalahan yang paling menyakitkan dan merugikan dalam hidup yang bisa meninggalkan luka emosional, luka fisik dan menguras energi. Ketika kita menengok ke belakang, hampir setiap orang yang pernah mengalami hubungan semacam ini berharap mereka memiliki keberanian untuk mengakhirinya lebih cepat.

Hubungan yang beracun biasanya ditandai dengan ketidakseimbangan, di mana salah satu atau kedua belah pihak merasakan tekanan, ketidakbahagiaan, dan bahkan rasa sakit yang berkepanjangan. Meskipun setiap orang yang kita temui di hidup ini datang dengan tujuan atau pelajaran tertentu, bukan berarti kita harus terus mempertahankan hubungan yang merusak. 

  1. Takut Pada Banyak Hal

Takut pada banyak hal, termasuk ketika peluang datang mengetuk pintu, adalah penghalang besar yang seringkali membuat kita terjebak dalam zona nyaman yang semu. Ketakutan bisa berupa, takut bertemu orang baru, memulai hidup baru, meninggalkan rumah sendiri dan sebagainya. Sering kali, kita menunda mencoba sesuatu yang baru hanya karena rasa takut pada ketidakpastian, kegagalan, atau bahkan rasa malu.

Sehingga saat usia tua kamu akan menyesal tidak mencoba banyak hal di dunia ini hanya karena rasa takut. Selagi masih muda cobalah untuk menghadapi ketakutan perlahan, mulai dengan hal-hal kecil yang bisa kamu kendalikan dan rasakan keberhasilanya. Setiap kali dirimu berhasil melewati batas ketakutan itu, kamu tidak hanya memperluas duniamu, tetapi juga membangun keberanian dan keyakinan dalam diri sendiri.

  1. Tidak Olahraga

Tidak berolahraga atau mengabaikan aktivitas fisik adalah salah satu keputusan yang paling mudah dilakukan saat kita masih muda, tetapi salah satu yang paling disesali di masa tuai. Banyak dari kita menghabiskan berjam-jam di sofa, menonton televisi, bermain gadget, atau bersantai tanpa bergerak tanpa perlu khawatir, namun saat usia bertambah hidup akan penuh penyesalan.

Rasa sakit di sendi, penurunan energi, dan berbagai masalah kesehatan sering kali menjadi pengingat pahit bahwa kita seharusnya lebih aktif sejak dulu. Padahal olahraga merupakan investasi jangka panjang untuk kesehatan fisik, mental dan juga emosional seseorang. Selagi ada waktu dan masih muda jangan mengabaikan olahraga meskipun hanya beberapa menit.

  1. Terlalu Peduli Pada Pikiran Orang Lain

Kita sering kali membiarkan diri kita terperangkap dalam kekhawatiran akan penilaian orang lain apakah itu kritik, gosip, atau bahkan sekadar bisikan kecil yang sebenarnya tidak berpengaruh besar. Namun, kenyataannya, hal-hal semacam itu sering kali hanya mencuri energi dan kebahagiaan kita tanpa alasan yang jelas.

Ketika usia bertambah dan kita memiliki lebih banyak pengalaman, kita mulai menyadari betapa naifnya kita dulu karena terlalu peduli pada penilaian orang lain. Sebaliknya, kita harus mengarahkan perhatian dan energi kita pada kesejahteraan diri sendiri, mengejar tujuan yang bermakna, dan menikmati setiap momen hidup tanpa dibebani rasa takut akan penilaian orang lain.

  1. Takut Menyatakan Cinta

Banyak dari kita menahan diri untuk tidak mengungkapkan perasaan terdalam karena takut akan penolakan, malu, atau bahkan rasa sombong yang mencoba melindungi hati dari rasa sakit. Namun, ketakutan ini seringkali justru menghalangi kita untuk merasakan kebahagiaan penuh dalam hubungan.

Mengatakan “Aku mencintaimu” bukan hanya sekadar rangkaian kata, melainkan sebuah keberanian besar yang menandai kejujuran dan ketulusan hati. Jadi, jangan ragu untuk mengucapkan tiga kata sederhana itu ketika dirimu benar-benar merasakannya. Karena di kemudian hari, kamu akan bersyukur telah berani membuka hati, daripada menyesali kata-kata yang tidak pernah terucap.

EDITOR: Novia Tri Astuti