← Beranda

Ini 7 Alasan Psikologis Mengapa Orang Tak Pernah Mengangkat Panggilan dari Nomor Asing

Aunur RahmanSenin, 19 Mei 2025 | 03.51 WIB
Ilustrasi layar ponsel menunjukkan panggilan masuk dari nomor yang tidak dikenal, menggambarkan momen keraguan untuk menjawab. (Freepik)

JawaPos.com - Kita semua pasti pernah menerima panggilan telepon dari nomor yang tidak terdaftar di kontak ponsel kita sama sekali. Bagi sebagian orang, dering dari nomor tidak dikenal ini mungkin langsung dijawab dengan rasa ingin tahu tinggi. Namun, tidak sedikit orang lain yang memilih untuk membiarkannya berdering sampai mati atau bahkan langsung menolaknya.

Menariknya, kecenderungan untuk tidak mengangkat panggilan dari nomor asing ini bisa dijelaskan melalui beberapa sudut pandang psikologi menarik. Perilaku ini bukan sekadar kebiasaan acak, melainkan sering kali berkaitan dengan karakteristik pribadi tertentu yang mendasarinya. Melansir Geediting.com pada Minggu (18/05), berikut adalah beberapa alasan psikologis di balik keengganan tersebut.

1. Kehati-hatian dan Kewaspadaan Tinggi

Satu di antara alasan kuatnya adalah sifat dasar hati-hati serta tingkat kewaspadaan yang lebih tinggi terhadap hal tidak terduga. Mereka cenderung enggan masuk ke dalam situasi atau interaksi yang sepenuhnya berada di luar kendali ekspektasi mereka sebelumnya. Menerima telepon dari nomor tak dikenal terasa seperti melompat ke dalam ketidakpastian yang tidak nyaman.

2. Menghindari Potensi Gangguan Tidak Menyenangkan

Banyak orang yang tidak mengangkat nomor asing memiliki keinginan kuat untuk menghindari segala bentuk gangguan potensial seperti panggilan spam, penipuan, atau tawaran tidak diinginkan. Mereka lebih memilih mengabaikan kemungkinan percakapan penting demi menjaga ketenangan dari hal-hal yang berpotensi mengganggu hari mereka. Pengalaman buruk sebelumnya bisa jadi memperkuat perilaku ini.

3. Kebutuhan Akan Rasa Aman dan Kontrol

Psikologi menunjukkan bahwa kebutuhan akan rasa aman dan kontrol pribadi memainkan peran penting dalam perilaku ini sehari-hari. Mengetahui siapa yang menghubungi memberikan rasa aman karena bisa memprediksi konteks percakapan yang akan terjadi nanti. Sebaliknya, panggilan anonim menghilangkan elemen kontrol tersebut sepenuhnya.

4. Kecenderungan Introvert atau Pemalu Sosial

Individu dengan sifat introvert atau sedikit pemalu sosial mungkin merasa panggilan tak dikenal sangat menantang atau melelahkan secara mental. Interaksi spontan dengan orang asing tanpa persiapan bisa memicu kecemasan sosial kecil. Mereka lebih nyaman dengan komunikasi terencana bersama orang yang dikenal baik.

5. Menetapkan Batasan Pribadi yang Jelas

Mengabaikan panggilan dari nomor asing sering kali merupakan cara bagi seseorang untuk menetapkan batasan pribadi mereka secara tidak langsung. Mereka mengirimkan sinyal bahwa waktu dan perhatian mereka berharga serta tidak bisa diakses sembarangan oleh siapa saja tanpa izin terlebih dahulu. Ini adalah bentuk pengelolaan energi sosial mereka.

Baca Juga: 7 Karakteristik Pemikir Mendalam yang Cenderung Tidak Suka Basa-Basi Biasa

6. Tidak Nyaman dengan Spontanitas Tiba-tiba

Sebagian orang merasa kurang nyaman dengan interaksi yang sangat spontan dan tiba-tiba seperti menerima panggilan mendadak dari nomor tidak dikenal. Mereka mungkin membutuhkan waktu untuk mempersiapkan diri secara mental sebelum terlibat dalam percakapan yang topiknya belum diketahui sebelumnya. Ini berbeda dengan panggilan terencana.

7. Fokus Pada Prioritas dan Efisiensi

Dalam dunia yang serba cepat, beberapa individu memandang panggilan dari nomor asing sebagai gangguan yang menghabiskan waktu berharga mereka. Mereka cenderung ingin fokus pada tugas atau interaksi yang sudah terjadwal dan penting. Mengabaikan panggilan tak jelas dianggap lebih efisien bagi mereka saat itu.

Memahami perilaku tidak mengangkat telepon dari nomor yang tidak dikenal dari sudut pandang psikologi memberikan wawasan tentang berbagai motivasi di baliknya. Perilaku ini tidak selalu negatif, melainkan sering kali cerminan dari kebutuhan akan keamanan, kontrol, atau gaya interaksi pribadi yang lebih disukai seseorang dalam hidup. (*)

EDITOR: Siti Nur Qasanah