← Beranda
Mengapa Gebetan Bisa Terlihat Lebih Gugup Ketika Bertemu? Ini Penjelasan Psikologis di Balik Kecemasan Saat Menyukai Seseorang
Shania Vivi Armylia PutriRabu, 30 April 2025 | 00.00 WIB
ILustrasi pasangan kekasih.

JawaPos.com - Hampir semua orang pernah merasakan kegugupan yang sulit untuk dijelaskan saat berada didekat orang yang mereka sukai.

Biasanya kita merespon hal itu lewat reaksi yang diberikan oleh tubuh kita. Seperti berkeringat berlebihan, wajah memerah, lidah terasa kaku, atau sulit untuk duduk tetap tenang saat bersama orang yang menarik perhatian kita.

Cara tersebut merupakan reaksi alami tubuh untuk melepaskan meredakan tekanan, rasa tidak nyaman, atau kecemasan.

Tidak perlu khawatir, semua itu adalah kondisi yang normal. Oleh karena itu, supaya anda bisa memahami kondisi ini dengan lebih baik dan meningkatkan rasa percaya diri saat menghadapinya maka anda bisa menyimak penjelasan berikut ini.

Berdasarkan laman verywellmind.com, inilah alasan psikologis di balik rasa gugup saat berhadapan dengan gebetan.

Alasan psikologis munculnya kecemasan saat menyukai seseorang

kebiasaan gugup memang membuat anda stres, namun, jika anda bisa melakukan pengamatan dengan penuh kesadaran, anda bisa mulai memahami apakah perasaan itu berasal dari rasa suka atau sekadar cemas.

Tanda fisik seseorang sedang gugup

Memainkan benda atau pakaian

Sering memegang wajah atau rambut

Berkeringat atau wajah yang memerah

Tanda perilaku seseorang sedang gugup

Tertawa dengan canggung (terlalu keras atau perlahan)

Menghindari kontak mata atau justru menatap terlalu intens

Gagap atau tersendat saat berbicara

Perasaan gelisah merupakan cara tubuh melepaskan ketegangan agar diri bisa menyesuaikan dengan intensitas emosional. Perasaan itu muncul secara sadar ketika anda mulai khawatir tentang bagaimana anda terlihat di mata orang yang disukai.

Penting untuk bersikap lembut pada diri sendiri di dalam proses ini. Anda bisa menormalisasi keadaan dan membuat orang lain merasa aman, ketika membuka diri untuk membangun hubungan yang lebih dekat dan bermakna.

Anda bisa mulai mengakui perasaan untuk mengurangi ketegangan yang terjadi. Hal ini bisa sesederhana mengatakan “aku lagi gugup banget sekarang”, atau “baru sadar kalau aku muter-muterin rambut dari tadi. Biasanya aku kayak gitu kalau lagi gugup”.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho