JawaPos.com - Pernah mudah merasa kesal dan marah pada hal-hal kecil nan sepele?
Seperti pulpen yang tiba-tiba macet atau menghadapi kendaraan yang sangat lambat lajunya? Tenang, ternyata banyak orang yang memiliki kesamaan serupa.
Menurut psikologi, hal kecil yang membuat kesal sering menjadi tanda adanya masalah emosional atau psikologi yang lebih dalam.
Terkadang itu juga masalah yang belum sempat terselesaikan, atau sikap perfeksionis yang muncul.
Namun, tidak sesederhana tersebut. Melansir Blog Herald, simak tujuh alasan psikologis yang menjelaskan sikap orang yang mudah marah pada hal-hal kecil di bawah ini!
-
Tingkat stres tinggi
Hal kecil yang memicu kemarahan ternyata bukan pusat dari semua masalah. Yang membuat ledakan emosi terjadi adalah stres yang sudah terakumulasi begitu banyak.
Hal kecil yang mengganggu pun menjadi puncak dari segala masalah. Tingkat stres yang tinggi tersebut memicu reaksi besar.
-
Ada masalah yang belum selesai
Orang yang mudah marah pada hal-hal kecil terjadi sebagai pengganti kemarahan yang lebih dalam.
Daripada menyelasaikan masalah besar, pikiran mereka fokus pada detail-detail kecil.
Baca Juga: Delapan Weton Tibo Gedong yang Diramalkan Kaya Raya Sejak Lahir Menurut Primbon Jawa
Carl Rogers menekankan pentingnya keselarasan antara perasaan internal dan ekspresi eksternal. Ketika ada sumber kemarahan dan masalah yang belum selesai, segera selesaikan agar tak menumpuk.
-
Perfeksionis
Ketika seseorang memiliki standar yang sangat tinggi, ketidaksempurnaan yang kecil pun akan mengganggu.
Perfeksionisme bisa membuat seseorang merasa tegang, seperti dunia tak pernah berpihak pada diri mereka. Untuk itu cobalah untuk memahami ketidaksempurnaan adalah bagian dari hidup.
-
Indra yang sensitif
Beberapa orang memiliki ambang batas yang lebih rendah terhadap rangsangan sensorik, seperti suara, cahaya, atau bau.
Hal kecil yang menggangu indra mereka secara sensitif akan membuat jengkel dan marah.
-
Tak mampu menyuarakan hal yang mengganggu
Hal kecil yang menumpuk akan mengganggu. Mungkin ada keluarga yang sering meninggalkan piring kotor di wastafel, atau rekan yang berbicara keras di dekat Anda.
Ketika mereka sering menoleransi hal tersebut, mereka akan merasakan duri dalam diri yang akan meledakkan emosi mereka.
-
Kurang istirahat dan relaks
Saat hidup kurang bahagia, membutuhkan waktu untuk beristirahat, tetapi Anda tidak pernah mendapatkannya. Akhirnya stres perlahan menguasai diri dan siap meledak sewaktu-waktu.
-
Terjebak dalam kebiasaan yang tak sehat
Kalau Anda sering berada di sekitar orang yang sering mengeluh atau mengkritik, Anda mungkin tanpa sadar mengadopsi pola pikir itu.
Coba lakukan upaya sadar untuk mengalihkan perhatian Anda. Cobahal untuk kembali melihat diri sendiri dengan utuh lewat jurnal sehari atau membuka obrolan internal.