JawaPos.com - Salah satu seni dalam mempertahankan harga diri adalah dengan tidak haus akan validasi dari orang lain.
Hal ini sangat penting dikembangkan karena sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini, ketika orang-orang memakai fitur media sosial untuk mencari pengakuan atas pencapaian yang didapat.
Melansir dari laman Hack Spirit pada Rabu (19/03) kenali 6 cara efektif agar kita tidak haus validasi dari orang lain :
1. Kenali harga diri
Perjalanan untuk mengenali harga diri dimulai ketika kita mampu mempertanyakan mengapa harus membutuhkan validasi eksternal ini.
Langkah pertama untuk membebaskan diri dari mencari validasi adalah menyadari bahwa harga dirimu tidak bergantung pada faktor eksternal. Ini tentang memahami bahwa kamu sangat, terlepas dari pandangan orang lain.
2. Berlatih belas kasih pada diri sendiri
Sering kali kita menyalahkan diri sendiri atas setiap kesalahan kecil, yang hanya menyebabkan lebih banyak stres dan kecemasan.
Ini tentang bersikap baik dan memahami diri sendiri ketika gagal atau membuat kesalahan, daripada bersikap kasar dan kritis.
Mempraktikkan belas kasih terhadap diri sendiri telah menjadi pengubah hidup. Ketika hal-hal tidak berjalan sesuai rencana, alih-alih memarahi diri sendiri, cobalah beri pengertian yang lebih positif.
Dengan mempraktikkan kasih sayang pada diri sendiri, kamu dapat menumbuhkan hubungan yang lebih sehat dan mengurangi kebutuhan akan validasi dari orang lain.
3. Memahami dampak dari perbandingan sosial
Di dunia digital saat ini, menjadi terlalu mudah untuk membandingkan diri sendiri dengan orang lain.
Platform media sosial menawarkan aliran sorotan konstan dari kehidupan orang lain yang dapat membuat kita merasa seperti tertinggal atau tidak melakukan dengan cukup baik.
Orang yang menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial, memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami depresi.
Hal ini sebagian besar disebabkan oleh fakta bahwa mereka membandingkan hidupnya dengan orang lain.
Pada kenyataannya adalah setiap orang berada dalam perjalanan uniknya sendiri, dengan serangkaian tantangan dan kemenangan sendiri.
Kemudian yang kita lihat di media sosial tentang orang lain hanyalah kehidupan 24 jam dan dikurasi selama beberapa detik.
Baca Juga: Sukses dan Kaya Raya! 11 Weton Tulang Wangi yang Hidupnya Penuh Berkah dan Kesuksesan
4. Merangkul keunikan
Tidak ada orang lain dengan mimpi, pengalaman, pikiran, dan perasaan yang sama. Itu adalah sesuatu yang harus dirayakan, bukan dibandingkan.
Ketika kita mulai merangkul kualitas unik diri sendiri, p mulai melihat bahwa tidak membutuhkan validasi orang lain untuk merasa layak. Lalu ketika benar-benar mempercayai hal ini, dapat melangkah ke dalam kekuatan ini lalu mulai menjalani kehidupan yang terasa otentik dan memuaskan.
5. Tetapkan batasan pribadi
Selalu bersedia dan mengatakan “ya” untuk orang lain akan menguras tenaga, baik secara fisik maupun emosional. Seiring berjalannya waktu, kamu perlu menyadari bahwa mengorbankan kebutuhan dan kesejahteraan sendiri bisa berdampak buruk.
Tidak egois untuk memprioritaskan diri sendiri. Menetapkan batasan pribadi dapat menjadi langkah penting dalam mengenali dan menegakkan harga diri.
6. Buat jurnal apresiasi diri
Selama masa yang sangat menantang dalam hidup, kita menemukan penghiburan dalam menulis. Itu bisa berupa sesuatu yang sederhana seperti memasak makanan lezat atau sesuatu yang lebih besar seperti menyelesaikan proyek yang menantang di tempat kerja.
Seiring berjalannya waktu, praktik ini mengubah cara pandang kita terhadap diri sendiri, sehingga kamu tidak lagi haus validasi dari orang lain. Menyimpan jurnal apresiasi diri dapat menjadi alat yang ampuh dalam mengenali nilai dan membebaskan diri dari kebutuhan akan validasi eksternal.
Dikutip dari laman UIN Malang pada Rabu (19/03) harga diri akan dirasakan jatuh manakala ada sesuatu yang mengganggu, misalnya ketahuan berbuat salah, kalah bersaing dengan orang lain, dianggap rendah, dan semacamnya.
Orang yang mengalami keadaan seperti itu akan merasa, bahwa harga dirinya jatuh dan menanggung rasa malu. Oleh karena itu, setiap orang selalu berjuang agar ketika berbuat salah tidak ketahuan orang, atau tidak pernah kalah dalam bersaing dan juga selalu dihargai orang.
Selagi sikap tersebut diterapkan maka lama-lama akan lelah dan pada akhirnya kelemahan itu bisa terlihat begitu saja, perlu disadari bahwa manusia itu tidak ada yang sempurna dan kamu tidak punya kewajiban untuk menyenangkan semua orang.
***