← Beranda

Inilah Rintangan dan Tantangan Pasangan Berdasarkan Lamanya Usia Pernikahan Menurut Psikologi

Risma Azzah FatinMinggu, 2 Maret 2025 | 10.10 WIB
Ilustrasi- Pasangan suami istri

JawaPos.com – Banyak yang beranggapan bahwa pernikahan merupakan puncak kebahagiaan dan keberhasilan seseorang dalam menjalani kehidupan.

Namun hal tersebut merupakan perspektif salah, pernikahan bukan hanya menemukan jodoh atau pasangan hidup saja. Pernikahan merupakan satu kesatuan untuk menghubungkan dua jiwa dan dua individu yang memiliki banyak perbedaan.

Perbedaan tersebut terkadang menjadi salah satu sebab bahwa dalam pernikahan sering terjadi konflik berkelanjutan.

Berikut beberapa sebab terjadinya konflik bersama pasangan berdasarkan lamanya usia pernikahan, seperti dilansir dari laman YourTango.

1. Tahun ke-2 (keraguan)

Keraguan adalah masalah terbesar bagi setiap pasangan yang telah menikah. Jika Anda dan pasangan Anda telah menikah selama dua tahun, Anda mungkin meragukan pilihan pasangan Anda. Anda baru saja melalui penyesuaian yang sangat sulit untuk menjadi seorang istri atau seorang suami, dan Anda memandang pasangan Anda dengan perspektif baru.

Apa yang Anda butuhkan telah menjadi lebih jelas selama beberapa tahun terakhir, setelah Anda mampu mengungkapkan kebutuhan ini dengan cara yang lebih jelas. Tugas Anda sekarang adalah membicarakan kebutuhan ini dan mencari cara kreatif untuk dapat beradaptasi dan menyesuaikan.

2. Tahun ke-7 (kejenuhan)

Berada pada titik jenuh dalam pernikahan yang memasuki tahun ke-7 menggambarkan periode ketidakpuasan atau kegelisahan yang mungkin muncul dalam hubungan jangka panjang setiap pasangan.

Hal ini dapat menyebabkan meningkatnya konflik atau perasaan tidak terpenuhi. Dimana banyak berakibat fatal hingga terjerumus dalam kasus perselingkuhan.

3. Tahun ke-10 (merasa kurang untuk dihargai)

Merasa kurang untuk dihargai termasuk salah satu ledakan emosi. Anda telah bekerja keras selama sepuluh tahun untuk membangun karier, rumah, keluarga, dan komunitas bersama.

Namun terkadang perjuangan salah satu pasangan atas apa yang telah dikerjakan hanya terbuang sia-sia karena kurangnya apresiasi dari pasangan.

Dalam sebuah pernikahan, biasanya bukan kedua pasangan yang merasakan hal ini biasanya hanya satu orang yang merasakannya. Oleh karena itu terdapat banyak kesalahpahaman saat memasuki usia pernikahan yang ke-10 tahun.

Hal yang perlu dilakukan pada ulang tahun pernikahan Anda yang kesepuluh adalah menambahkan rasa syukur atau ucapan terima kasih atas hadiah, tugas, pekerjaan, atau bahkan seberapa baik seseorang merawat dirinya sendiri.

4. Tahun ke-15 (munculnya sikap apatis)

Perselisihan atau pertengkaran tentang perayaan ulang tahun pernikahan ke-15 sering kali bermula dari rasa frustrasi yang terpendam hingga masalah yang belum terselesaikan. Hal-hal ini dapat menyebabkan meningkatnya emosi dan ketegangan dalam hubungan.

Sebuah studi tentang Pernikahan dan Perkembangan Anak tahun 2019 merekomendasikan cara-cara untuk menjalani periode ini, termasuk komunikasi yang terbuka dan jujur, berfokus pada rasa syukur, mendengarkan secara aktif, dan mencari bantuan profesional.

5. Tahun ke-20 (menyiapkan kehidupan setelah pensiun di masa tua)

Perselisihan di hari jadi pernikahan yang ke-20 atau ke-25 biasanya hanya tentang waktu luang. Biasanya, pensiun sudah di depan mata, atau kehidupan salah satu pasangan mulai melambat.

Perjuangannya adalah tentang bagaimana menyambung kembali hubungan karena hidup kembali berubah. Ada waktu untuk bepergian dan lebih banyak keintiman, tetapi tidak semua orang menginginkan lebih banyak keintiman saat di usia tersebut.

 

EDITOR: Edy Pramana