JawaPos.com - Istri aktivis HAM Munir Sayid Thalib, Suciwati berencana akan menemui Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komisaris Jenderal Arief Sulistyanto untuk menuntut keseriusan penuntasan kasus pembunuhan suaminya. Hal itu dikatakan Suciwati dalam konferensi pers di kantor Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras).
"Dalam waktu dekat kami ingin bertemu dengan Kabareskrim. Serius enggak sih atau cuma omong doang, atau cuma karena terdesak saja karena banyak orang yang tanya," kata Suciawati , Jumat (7/9).
Suci mengaku telah melayangkan surat pertemuan dengan Bareskrim. Dia berharap dapat bertemu pekan depan. "Mudah-mudahan secepatnya bisa bertemu," ucapnya.
Kendati Komjen Arief pernah tergabung dalam Tim Pencari Fakta Kasus Kematian Munir (TPKKM), Siciawati pun berharap sikap Arief tidak berubah untuk menyelesaikan misteri kematian suaminya. "Ya semoga tidak berubah kalau ada tekanan, karena dia yang saat itu menangkap Muchdi Prawiro Pranjono," tegasnya.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan akan kembali membuka pengusutan kasus Munir. Dia mengatakan akan memerintahkan Kabareskrim untuk mempelajari berkas perkara kasus itu.
"Nanti saya akan minta kepada Kabareskrim yang baru, Pak Arief, untuk melakukan penelitian kasus itu," papar Tito.
Arief pun telah mengatakan akan serius mempelajari berkas perkara kasus tersebut. Dia mengatakan akan mengusut kasus ini sampai tuntas.
Mantan Tim Pencari Fakta Kasus Munir, Usman Hamid mengatakan, Arief adalah orang yang tepat untuk menuntaskan kasus ini. Dia mengatakan Arief ikut dalam pencarian fakta kasus pembunuhan berencana tersebut. "Asal ada kemauan dari Presiden Jokowi," jelas Usman.
Untuk diketahui, Munir tewas dibunuh dengan racun arsenik dalam penerbangan ke Belanda pada 7 September 2004. 14 tahun peristiwa berlalu, baru satu pelaku yaitu Pollycarpus Budihari Prijanto yang sudah dihukum. Sementara dalang di balik pembunuhan itu belum juga terungkap. Padahal dalam putusan, Pollycarpus disebut melakukan pembunuhan secara berkomplot.