← Beranda

Jalani Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswa UI Naufal Zidan, Altaf: Saya Gelap Mata

Ardha Ihsan Asy'AriRabu, 23 Agustus 2023 | 21.51 WIB
Altafasalya Ardnika Basya, 23, pelaku pembunuhan adik tingkatnya di Universitas Indonesia, Muhammad Naufal Zidan, 19, saat menjalani rekonstruksi pembunuhan di kosannya Jalan Palakali, Depok.
JawaPos.com - Altafasalya Ardnika Basya, 23, pelaku pembunuhan terhadap adik tingkatnya di Universitas Indonesia, Muhammad Naufal Zidan, 19, menjalani rekonstruksi pada Selasa (22/8) Rekonstruksi tersebut dilakukan pada salah satu kos yang berada di Jalan Palakali, Kelurahan Kukusan, Beji, Kota Depok.
 
Total dilakukan 50 reka adegan pembunuhan yang dilakukan Altaf terhadap Zidan. Rekonstruksi tersebut dilakukan selama sekitar tiga jam.
 
“Tersangka melaksanakan adegan-adegan sesuai dengan apa yang sudah dia lakukan, dengan total rekonstruksi 50 adegan,” ungkap Wakasat Reskrim Polres Metro Depok, AKP Nirwan Pohan seperti dikutip dari Radar Depok (Jawa Pos Grup).
 
Dari total 50 reka adegan pembunuhan yang dilakukan Altaf terhadap Zidan, salah satu aksi sadis yang dilakukan Altaf terdapat pada adegan ke 24.
 
 
Dalam adegan itu, Altaf menusuk korban (Zidan), berkali-kali. Lalu pada adegan ke 38, pelaku (Altaf) kemudian berupaya menyembunyikan korban dengan membungkusnya ke plastik hitam.
 
Setelah rekonstruksi usai, Altaf mengaku semua tindakan sadis yang dilakukannya terhadap Zidan tidak ada motif dendam apapun.
 
“Nggak tahu, gelap mata saja. Tidak ada motif apapun. Tidak ada dendam, korban baik sama saya," kata Altaf.
 
"Semua kejadian berlalu begitu cepat, saya mengaku khilaf dan menyesal karena tidak berpikir panjang jika dampaknya bakal berpengaruh ke semua pihak. Saya tusuk Zidan 30 kali,” ujar Altaf kemudian berlalu ke mobil tahanan.
 
 
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Altafasalya Ardnika Basya, 23, melakukan pembunuhan terhadap adik tingkatnya di Universitas Indonesia, Muhammad Naufal Zidan, 19, pada 2 Agustus lalu.
 
Ia membunuh Zidan di kos yang ditinggali korban. Setelah membunuh, jasad Zidan dimasukkan tas plastik hitam dan ditinggalkan di kos tersebut.
EDITOR: Bintang Pradewo