← Beranda

Ini Isi Percakapan Para Pelaku Teroris di Grup Telegram

KuswandiKamis, 27 Juli 2017 | 21.57 WIB
Ilustrasi: ISIS

JawaPos.com - ‎Kasubdit Penyidikan dan Penindakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) ‎Teguh Arifiyadi‎ mengaku, sebelum melakukan pemblokiran dirinya melakukan pemantauan terhadap satu grup aplikasi chatting Telegram.


Grup Telegram itu diungkapkan Teguh, dikelola oleh teroris Bahrun Naim, di mana banyak ujaran-ujaran kebencian, dan mengajarkan pelaku teror pemula untuk berjihad.


"Aktivitas di grup Telegram ada cara bikin bom, cara bagaimana memilih target kemudian ada yang becerita tentang jihad," ujar Teguh dalam diskusi dengan tajuk ‘’Perkawinan Terorisme dan Cyber’’ di Institut Perbanas, Jakarta, Kamis (27/7).


Dalam grup itu menurutnya, juga disebar nama-nama anggota Badan Nasional Pengangulangan Terorisme (BNPT), sehingga bisa dijadikan target serangan.


Namun demikian, target serangan bukan hanya menyasar ke BNPT, melainkan juga ke polisi dan pemerintah. Dalam grup itu juga diberitahukan lokasi teror yang bisa menimbulkan reaksi heboh masyarakat.


"Jadi saya berusaha untuk memahami aktifitas di grup itu," katanya.


Oleh sebab itu, alasan yang dilakukan oleh Kemenkominfo untuk melakukan pemblokiran aplikasi chatting Telegram sudah sangat tepat. Karena hal ini akan menjadi ancaman besar bagi Indonesia apabila tidak diblokir. "Karena aktivitasnya memang banyak radikal," pungkasnya.


 

EDITOR: Kuswandi