JawaPos.com - Banjir kembali menjadi momok bagi pengendara di Jakarta Barat. Kamis pagi (29/1), genangan air menutup sebagian besar badan Jalan Daan Mogot, Cengkareng, menyebabkan arus lalu lintas tersendat parah sejak dini hari.
Ketinggian air yang mencapai 30 sentimeter membuat kendaraan bergerak sangat lambat, bahkan tak sedikit pengendara yang memilih memutar balik.
Kondisi terparah terpantau di kedua arah Jalan Daan Mogot, baik dari Cengkareng menuju Grogol maupun sebaliknya. Di sejumlah titik, air menggenang merata sehingga pengemudi harus ekstra hati-hati memilih jalur yang relatif lebih dangkal.
Titik Genangan dan Kondisi Terkini
Mengutip laman resmi Korlantas Polri, genangan air terlihat cukup tinggi di sekitar Halte Jembatan Gantung dengan ketinggian mencapai sekitar 30 sentimeter. Sementara di kawasan Halte Transjakarta Taman Kota, genangan tercatat sekitar 15 sentimeter, namun cukup untuk menghambat laju kendaraan, terutama sepeda motor.
Banjir juga merendam area sekitar Samsat Jakarta Barat dan membuat arus kendaraan dari Pesing menuju Jembatan Gantung tersendat. Di perempatan lampu merah Cengkareng, antrean kendaraan mengular dan sulit terurai karena laju kendaraan yang tidak seimbang di tiap lajur.
Akibatnya, kemacetan panjang tak terhindarkan. Antrean kendaraan dilaporkan mencapai kurang lebih 5,5 kilometer, membentang dari kawasan Halte Pulo Nangka hingga Gedung Mayora di Kalideres.
Pengendara Diminta Hindari Daan Mogot
KBO Satlantas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Sudarmo, mengatakan pihak kepolisian telah melakukan pengaturan lalu lintas di titik-titik terdampak banjir. Namun, ia mengakui genangan air yang cukup tinggi membuat arus kendaraan sulit kembali normal dalam waktu singkat.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk sementara waktu menghindari Jalan Daan Mogot dan mencari jalur alternatif guna mengurangi kepadatan lalu lintas.
“Untuk sementara pengendara kami imbau mencari jalur alternatif lain agar tidak terjebak kemacetan,” ujar AKP Sudarmo.
Sejumlah pengendara sepeda motor terlihat memilih putar balik, terutama di sekitar Jembatan Gantung dan perempatan Cengkareng, karena khawatir kendaraan mogok saat melintasi genangan.
Penyebab Banjir: Luapan Kali Mookervart
Banjir yang merendam Jalan Daan Mogot dipicu oleh hujan deras yang mengguyur Jakarta Barat sejak Rabu malam (28/1) hingga Kamis dini hari. Curah hujan tinggi menyebabkan Kali Mookervart meluap dan airnya mengalir ke badan jalan.
Kawasan Daan Mogot memang dikenal sebagai salah satu titik rawan banjir saat hujan deras berkepanjangan, terutama ketika debit air sungai meningkat dan sistem drainase tidak mampu menampung limpahan air.
Tips Aman Melintas saat Banjir
Bagi pengendara yang terpaksa melintas di sekitar kawasan terdampak, petugas mengingatkan agar tetap berhati-hati dan mengikuti arahan di lapangan. Hindari menerobos genangan yang tidak diketahui kedalamannya, terutama bagi kendaraan roda dua dan mobil berjenis rendah.
Jika memungkinkan, pengendara disarankan menggunakan jalur alternatif dan memantau informasi lalu lintas terkini sebelum berangkat, terutama pada jam sibuk pagi hari.
Satlantas Polres Metro Jakarta Barat memastikan akan terus melakukan pemantauan dan pengaturan lalu lintas selama genangan masih terjadi, sembari berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan banjir.