← Beranda

10 Jalur Alternatif Jakarta–Bekasi yang Bisa Dipertimbangkan saat Cuaca Ekstrem Melanda di Akhir Januari

Rian AlfiantoMinggu, 25 Januari 2026 | 23.23 WIB
Sejumlah pengendara terjebak banjir di dekat Ring Road Tol JORR Cengkareng, Jakarta, Jumat (23/01/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

 

JawaPos.com - Hujan deras yang turun tanpa jeda sejak Kamis (22/1) kembali menguji kesabaran warga Jabodetabek. Sejumlah wilayah di Jakarta dan Kota/Kabupaten Bekasi dilaporkan tergenang banjir, mulai dari kawasan perumahan hingga ruas jalan penghubung utama.

Kondisi ini membuat perjalanan Jakarta–Bekasi tak hanya soal macet, tapi juga soal memilih jalur yang paling aman dan realistis.

Di Bekasi, genangan air tercatat muncul di beberapa titik seperti Perum Taman Narogong Indah, Jatibening Permai, Perum Dosen IKIP, hingga kawasan Rawalumbu dan Mustika Jaya, dengan ketinggian air bervariasi dari 5 cm hingga nyaris satu meter.

Dampaknya terasa hingga ruas Tol Jakarta–Cikampek yang kerap padat saat hujan ekstrem.

Dalam situasi seperti ini, mengetahui jalur alternatif Jakarta–Bekasi jadi bekal penting. Bukan hanya untuk menghindari kemacetan, tapi juga meminimalkan risiko terjebak genangan. Berikut 10 jalur alternatif yang bisa kamu pertimbangkan, tergantung kondisi cuaca dan tujuan akhir perjalanan.

1. Jalur Inspeksi Kalimalang (Utara dan Selatan)

Kalimalang selalu jadi “penyelamat” saat Tol Jakarta–Cikampek tersendat. Jalur ini menghubungkan Cawang, Pondok Kelapa, hingga Bekasi Barat dan Timur. Meski rawan padat saat jam sibuk, Kalimalang relatif stabil karena banyak akses keluar-masuk permukiman.

2. Tol Becakayu (Bekasi–Cawang–Kampung Melayu)

Buat kamu yang ingin memangkas waktu tempuh, Tol Becakayu bisa jadi pilihan. Jalur layang ini berada tepat di atas Kalimalang, sehingga lebih minim hambatan lampu lalu lintas dan genangan, terutama saat hujan deras.

3. Arteri Jatiwaringin–Raya Pondok Gede

Rute ini cocok bagi pengendara dari Jakarta Timur menuju Bekasi Barat atau Pekayon. Jalurnya cukup lebar dan dipenuhi fasilitas umum, meski perlu ekstra sabar di beberapa simpang padat.

4. Jalan Raya Bekasi–Sultan Agung (Kranji)

Untuk akses dari Jakarta Utara dan Cakung, jalur Kranji masih jadi andalan. Rute ini menghubungkan kawasan industri hingga Medan Satria, meski harus diwaspadai titik genangan saat hujan ekstrem.

5. JORR Jati Asih–Pekayon

Keluar dari Tol JORR di sekitar TMII, kamu bisa masuk ke Jatiasih lalu menuju Pekayon atau Galaxy. Jalur ini sering dipilih pengendara yang ingin menghindari pusat kota Bekasi.

6. Jalur Cibubur–Narogong

Dari Tol Jagorawi, arahkan kendaraan ke Cibubur lalu masuk Jalan Raya Narogong menuju Bekasi Timur. Jalur ini relatif lebih lengang, meski ada beberapa titik penyempitan jalan.

7. Tol Japek II Selatan (Fungsional)

Meski belum sepenuhnya beroperasi normal, Tol Japek II Selatan kerap difungsikan saat kondisi darurat. Rute Jati Asih–Setu–Sadang ini bisa membantu mengurai kepadatan Tol Jakarta–Cikampek.

8. Rute Galaxy/Jati Asih–Kalimalang

Melewati kawasan perumahan seperti Grand Galaxy City, jalur ini terhubung langsung ke Jalan KH Noer Ali dan Kalimalang. Cocok untuk menghindari ruas utama yang tergenang.

9. Jalan Chairil Anwar–Kalimalang

Jalur ini menghubungkan Bekasi Timur ke arah Kalimalang dan Tol Bekasi Timur. Meski tak terlalu panjang, rute ini cukup efektif sebagai jalan pintas lokal.

10. Tol JORR Akses Tanjung Priok–Kranji

Dari Tol Akses Tanjung Priok, kamu bisa keluar di Kranji atau Kalimalang untuk masuk ke Bekasi. Alternatif ini sering dipilih kendaraan logistik dan pengendara dari Jakarta Utara.

Tips penting, sebelum berangkat, cek kondisi lalu lintas dan laporan genangan secara real-time. Saat hujan ekstrem, fleksibilitas rute adalah kunci. Jangan terpaku satu jalur, karena kondisi di lapangan bisa berubah cepat.

Dengan mengenal jalur-jalur alternatif ini, perjalanan Jakarta–Bekasi di tengah cuaca ekstrem setidaknya bisa lebih terkontrol—meski hujan dan banjir masih jadi tantangan tahunan.

EDITOR: Estu Suryowati