← Beranda

Pramono Siap Tindaklanjuti Temuan Polisi Terkait Kebakaran Gedung Terra Drone

Masria PaneKamis, 11 Desember 2025 | 01.05 WIB
Gubernur Jakarta Pramono Anung mengunjungi lokasi kebakaran di Gedung Terra Drone di Jalan Letjend Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

JawaPos.com - Gubernur DKI Pramono Anung kembali angkat suara terkait kebakaran Gedung Terra Drone di Jalan Letjen Suprapto, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (9/12). Dia mengakui, salah satu penyebab kebakaran itu karena gedung itu merupakan gedung tumbuh. Yakni, gedung lama yang diperluas dengan membangun bertingkat. Sehingga, dugaan kuat terdapat pelanggaran teknis konstruksi.

"Secara teknis pasti ada sesuatu yang dilanggar. Itu sudah pasti. Begitu kebakaran terjadi, orang tidak bisa naik atau turun dengan leluasa," ujar Pramono di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (10/12).

Menurut Pramono, detail penyelidikan teknis sepenuhnya berada di bawah kewenangan kepolisian. Oleh karena itu, dia belum bisa menyampaikan sanksi apa yang akan diberikan kepada pemilik gedung tersebut.

''Kami menunggu apa yang menjadi temuan dari Polri. Itu yang akan kami tindaklanjuti,'' imbuhnya.

Dari informasi yang diterimanya, dalam waktu dekat, kepolisian akan memanggil pemilik gedung tersebut. Lebih lanjut, Pramono mengakui, banyak korban yang jatuh dampak kebakaran tersebut.

Hal itu karena fasilitas rescue atau penyelamatan yang tidak tersedia di gedung tersebut. Meskipun diakuinya, dalam gedung itu tersedia hidran. Dia sangat menyayangkan kondisi itu, terlebih gedung itu menyimpan dan menjual baterai lithium untuk drone. 

"Ketika kebakaran, akhirnya karyawan naik ke atas semua karena asap dari bawah. Itulah yang menyebabkan kenapa yang meninggal cukup banyak," katanya.

Menurutnya, Pemprov DKI akan menanggung seluruh kebutuhan pemakaman warga yang menjadi korban, termasuk biaya perawatan bagi korban luka. 

Untuk mencegah musibah berulang, Pramono mengambil langkah preventif dengan mengaudit ulang gedung-gedung tinggi di Jakarta, termasuk gedung tumbuh. 

"Saya sudah meminta, dalam minggu ini, kami akan segera mengecek kembali semua gedung yang ada," terangnya. 

Namun begitu, Politisi PDI Perjuangan itu mengakui, yang kerap jadi problem bukan gedung tinggi yang izinnya lengkap, tetapi gedung-gedung tumbuh.

"Secara kelengkapan persyaratan biasanya tidak terpenuhi," katanya.

EDITOR: Estu Suryowati