← Beranda

Hujan Deras Rendam 42 RT di Jakarta, Ketinggian Banjir Hampir 1 Meter

Ryandi ZahdomoRabu, 19 November 2025 | 02.26 WIB
Ilustrasi banjir Jakarta

JawaPos.com - Hujan dengan intensitas tinggi kembali memicu genangan di sejumlah titik Jakarta pada Selasa (18/11). BPBD DKI Jakarta mencatat 42 RT saat ini mengalami banjir dengan ketinggian air hingga hampir 1 meter.

Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan menuturkan, hujan yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya menyebabkan kenaikan air sejumlah pintu air. Hal ini menyebabkan puluhan RT terendam banjir.

"Saat ini genangan terjadi di 42 RT," ujar Yohan, Selasa (18/11).

Genangan tersebar di tiga wilayah yakni Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur. Beberapa genangan juga diperparah oleh luapan kali.

Adapun data wilayah terdampak sebagai berikut:

Jakarta Barat terdapat 9 RT

- Kel. Kedaung Kali Angke 8 RT Ketinggian: 70 cm Penyebab: Curah Hujan Tinggi

- Kel. Joglo 1 RT Ketinggian: 50 cm Penyebab: Curah Hujan Tinggi," demikian rincian dari BPBD.

Jakarta Selatan dan Jakarta Timur Paling Banyak Terdampak

Genangan terparah terjadi di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Di Jakarta Selatan, air mencapai ketinggian 85 cm di Kelurahan Kuningan Barat. Sementara di Jakarta Timur, Kelurahan Lubang Buaya mencatat genangan tertinggi, yaitu 90 cm.

Jakarta Selatan terdapat 18 RT 

- Kel. Kuningan Barat 7 RT Ketinggian: 85 cm Penyebab: Curah Hujan Tinggi

- Kel. Pela Mampang 9 RT Ketinggian: 40 cm Penyebab: Curah Hujan Tinggi dan luapan kali krukut

- Kel. Pancoran 1 RT Ketinggian: 30 cm Penyebab: Curah Hujan Tinggi

- Kel. Bukit Duri 1 RT Ketinggian: 40 cm Penyebab: Curah Hujan Tinggi

Jakarta Timur terdapat 15 RT 

- Kel. Lubang Buaya 4 RT Ketinggian: 90 cm Penyebab: Curah Hujan Tinggi

- Kel. Cipinang Muara 2 RT Ketinggian: 70 cm Penyebab: Curah Hujan Tinggi dan Luapan Kali Sunter

- Kel. Tengah 1 RT Ketinggian: 40 cm Penyebab: Curah Hujan Tinggi

- Kel. Cipinang Melayu 8 RT Ketinggian: 50 cm Penyebab: Luapan Kali Sunter," lanjutnya.

Yohan mengatakan, pihaknya telah bergerak cepat. Personel gabungan dari Dinas SDA, Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penyedotan air dan memastikan saluran berfungsi optimal.

"BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama dengan para lurah dan camat setempat serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas. Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat," jelas Yohan.

Warga Jakarta diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi genangan susulan. Apabila berada dalam kondisi darurat, masyarakat diminta segera menghubungi layanan emergency 24 jam.

"BPBD DKI mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop," katanya.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah