JawaPos.com - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jakarta Barat merekomendasikan enam nama bakal Calon Gubernur Jakarta untuk periode 2024-2029. Hal itu setelah menggelar sidang pleno daerah di Kantor DPD PSI Jakarta Barat, pada Minggu (7/7).
Sidang Pleno Daerah yang digelar oleh DPD PSI Jakarta Barat itu melibatkan pengurus dari tingkat Kota hingga Kecamatan di Jakarta Barat untuk membahas beberapa persoalan. Dalam pleno tersebut DPD PSI Jakarta Barat mengusulkan enam nama calon gubernur dan wakil gubernur yang akan diusung dalam Pilkada Jakarta 2024.
Bagi PSI, sidang pleno ini merupakan bagian dari proses demokrasi internal PSI yang mengedepankan transparansi dan akuntabilitas.
Plt Ketua DPD PSI Jakarta Barat William Aditya Sarana menyatakan, sidang pleno ini sebagai bentuk komitmen untuk memberikan pilihan terbaik bagi warga Jakarta. "Kami menjunjung tinggi prinsip partisipasi dalam setiap proses pengambilan keputusan di internal partai," kata William dalam keterangannya, Senin (8/7).
Sidang Pleno Daerah ini juga melibatkan berbagai elemen masyarakat. PSI tentu selalu mendengarkan aspirasi dari masyarakat, sehingga pada acara Sidang Pleno Daerah sesuai dengan yang dibutuhkan oleh masyarakat.
"Kami telah melibatkan berbagai elemen masyarakat khususnya di Jakarta Barat dan mendengarkan aspirasi mereka untuk memastikan bahwa calon yang direkomendasikan adalah yang terbaik dan paling sesuai untuk memimpin Jakarta ke depan," ujar Wiliam.
Namun enam nama yang diusulkan oleh DPD PSI Jakarta Barat, tidak ada Anies Baswedan. Adapun, enam nama itu yakni Kaesang Pangarep, Heru Budi Hartono, Grace Natalie Louisa, Erick Thohir, Deddy Corbuzier, dan Basuki Tjahaja Purnama
Rekomendasi yang dihasilkan dari rapat pleno itu akan diserahkan kepada Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Jakarta untuk dijadikan bahan pertimbangan lebih lanjut. Selain itu, tentu nama-nama itu merupakan hasil dari aspirasi masyarakat Jakarta, khususnya Jakarta Barat yang disampaikan aspirasinya kepada DPD PSI Jakarta Barat.
"Proses seleksi ini sangat penting untuk memastikan bahwa PSI Jakarta dapat mengusung calon-calon yang memiliki integritas, kompetensi, dan visi yang jelas untuk memajukan Jakarta," ujar William.
Ia mengutarakan, PSI tidak ingin mengusung nama calon pemimpin yang tidak sejalan dengan visi dan kriteria partai. Calon-calon yang direkomendasikan harus memenuhi kriteria yang telah ditetapkan oleh PSI, yaitu memiliki integritas, kompetensi, dan rekam jejak yang baik.
"Kami mencari pemimpin yang tidak hanya mampu mengelola kota ini dengan baik, tetapi juga memiliki keberpihakan pada rakyat dan komitmen terhadap pembangunan manusia Jakarta," pungkas William.