JawaPos.com - Ketua RT 04 Angke Budi Sukanta mulanya mengira bau busuk di indekos kawasannya adalah karena bau dari bangkai tikus. Ia tak menyangka bahwa ternyata bau itu berasal dari mayat perempuan berinisial S, 50.
Ia mengatakan, bau seperti bangkai tikus itu sudah tercium sejak Selasa (20/2) malam. Namun, saat itu tetangga sekitar menganggap angin lalu bau tersebut.
"Satu-dua hari makin lama makin tajam baunya, makanya kami inisiatif warga cari kemana-mana itu enggak ketemu," ujar Budi saat ditemui wartawan, Senin (26/2).
Setelah itu, pemilik indekos pun melapor ke Budi dan memintanya untuk bersama-sama mengecek kamar di indekos tersebut.
"Takutnya bangkai tikus itu ada di dalam kamar. Kan dikunci semua itu, kan. Saya buka satu-satu," ungkapnya.
"Pertama enggak ada. Kedua gak ada. Pas di depan kamar korban tercium bau menyengat itu. Kayaknya dari sini saya bilang," sambung Budi.
Saat kemudian pemilik indekos hendak membuka pintu, tampak ada tali rafia yang terikat di bagian gembok pintu indekos korban.
"Dia buka, saya dorong pakai tangan nah itu kelihatan lutut. Kami tutup lagi. Saya bilang ini bukan tikus, ini manusia," pungkas Budi.
Sebelumnya, seorang perempuan berinisial S, 50, ditemukan meninggal dunia di sebuah indekos kawasan Angke, Tambora, Jakarta Barat. Korban tewas dalam keadaan sudah membusuk dan ditemukan warga.
"Warga temuin bau tidak enak. Kondisi jenazah sudah mulai membusuk diperkirakan beberapa hari," ujar Kapolsek Tambora Kompol Donny Agung Harvida saat dihubungi wartawan, Senin (26/2).
Saat ini, ia mengatakan belum dapat mengidentifikasi luka yang dialami korban. Pasalnya, kondisi tubuhnya sudah membusuk dan tak dapat diidentifikasi secara kasat mata.
"Karena badan membusuk, badannya belum terlihat luka," ungkap Donny.