JawaPos.com – Suara benturan keras dari arah jalan mengagetkan Yusril. Pandangannya langsung beralih ke arah datangnya suara. Dia melihat tiga mobil bertabrakan secara beruntun dan melaju ke arahnya.
Menyadari sesuatu yang membahayakan bisa terjadi, tanpa pikir panjang, pemilik bengkel ban itu segera lari menjauh. Meninggalkan ban yang hendak dia buka.
”Sekitar 5 detik, tiga mobil yang kena (bertabrakan) tiba-tiba sudah di sini (bengkel, Red) dan menabrak satu mobil lagi,” tuturnya dilansir dari Radar Bogor kemarin (23/1). ”Kalau saya telat sedikit saja pasti terbawa (tertabrak, Red),” imbuhnya.
Insiden di Jalan Raya Puncak, Tugu Utara, Cisarua, Kabupaten Bogor, itu terjadi sekitar pukul 11.30. Melibatkan sembilan kendaraan: 1 truk, 4 kendaraan roda empat, dan 4 sepeda motor. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan beruntun itu. Namun, 17 orang mengalami luka berat dan ringan. ”Ada penjual bakso. Ada anak-anak yang sedang beli bakso, kepalanya kena benturan. Yang saya lihat 7–8 orang, mereka lalu dibawa ke rumah sakit,” ungkap pria 43 tahun itu.
Kecelakaan tersebut diduga dipicu truk yang mengangkut air mineral mengalami rem blong. Menurut Yusril, truk itu tidak bisa melaju lebih jauh dan tidak memakan lebih banyak korban lantaran tertahan mesin pembuka ban di bengkelnya.
Akibat kejadian tersebut, kondisi bengkelnya rusak parah. Selain itu, sebuah rumah makan mengalami hal yang sama. Yusril memperkirakan kerugian yang dialami mencapai Rp 150 juta. Dia berharap ada ganti rugi yang diberikan kepada dirinya dan korban lain. ”Mudah-mudahan ada ganti ruginya lah soalnya kan saya merintisnya susah,” ucapnya.
Secara terpisah, Kasatlantas Polres Bogor AKP Rizky Guntama Ganda menuturkan, truk yang membawa air mineral itu melaju dari arah Cisarua menuju Jakarta. Saat berada di turunan, dalam kecepatan tinggi, truk menabrak sepeda motor dan mobil. ”Truk tetap tidak berhenti,” ujarnya.
Sopir truk tersebut lantas membanting setir ke kanan hingga menabrak sebuah bangunan restoran. Namun, truk masih melaju dan baru berhenti di bengkel milik Yusril. ”Petugas langsung mengevakuasi para korban,” ujarnya saat dihubungi Jawa Pos. Proses evakuasi kendaraan selesai pukul 16.00.
Dia menambahkan, olah tempat kejadian perkara (TKP) masih dilakukan petugas. Salah satu tujuannya, memastikan apakah pengemudi truk mengerem atau tidak sebelum kecelakaan. ”Kami akan lihat apakah ada tanda pengereman di lokasi,” jelasnya.
Menurut dia, jalan di lokasi kejadian memiliki kontur menurun dan berkelok. Namun, belokannya tidak terlalu tajam. Turunannya juga tidak curam. Untuk sementara, dugaannya truk tersebut mengalami rem blong. ”Nanti dipastikan dengan hasil penyelidikan,” ujarnya.
Rizky mengatakan, pihaknya belum bisa meminta keterangan sopir truk nahas tersebut. Sopir yang juga mengalami luka masih dirawat di rumah sakit. ”Petugas mendampingi untuk memastikan apakah bisa dimintai keterangan,” jelas dia.
Sementara itu, RSPG Cisarua merujuk dua pasien korban kecelakaan beruntun ke Rumah Sakit Hermina, Ciawi. Keduanya mengalami luka berat.
Direktur Medis dan Keperawatan RSPG Cisarua dr Niluh Dharma Kerti Natih mengatakan, di antara 17 korban, sebanyak 14 orang telah dipulangkan lantaran hanya mengalami luka ringan. ”Sementara tiga pasien lainnya, dua di antaranya dirujuk ke RS Hermina, Ciawi,” ucapnya kepada awak media.
Dua korban tersebut sempat dirujuk ke RSUD Ciawi. Namun, kata Niluh, RSUD Ciawi penuh sehingga dua korban tersebut kembali dirujuk ke RS Hermina, Ciawi. ”Karena RSPG adalah rumah sakit paru, dua pasien tersebut dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas yang mendukung untuk menangani pasien,” jelasnya.
Satu korban lainnya masih menjalani observasi di RSPG Cisarua. Niluh menjelaskan, korban tersebut mengalami cedera ringan pada bagian kepala sehingga harus menjalani CT scan. ”Saat ini kondisi pasien yang diobservasi masih baik, masih sadar. Cuman karena ada cedera di kepala dan pasien masih sangat pusing, kami akan observasi sampai terbukti tidak ada cedera yang berat di kepalanya,” jelasnya.
Dia menambahkan, sebelumnya pihaknya merawat 17 korban kecelakaan beruntun. Perinciannya, 11 laki-laki dan 6 perempuan dengan empat di antaranya anak-anak. (fat/idr/cok/c7/fal)