JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku, saat ini beberapa rumah sakit (RS) di Ibu Kota sudah penuh oleh orang-orang yang terpapar virus korona. Bahkan Anies menyebut beberapa RS lobinya dialihfungsikan menjadi tempat rawat inap bagi pasien Covid-19. Sehingga hal ini menjadi perhatian Pemprov DKI Jakarta.
"Malam ini melakukan inspeksi tenda darurat yang dipasang di halaman RSUD Kramat Jati. Beberapa RS kita sudah penuh, bahkan lobinya difungsikan sebagai rempat rawat inap. Maka kami siapkan tenda-tenda di RSUD," ujar Anies dalam akun Istagram miliknya dikutip Jumat (25/6).
Anies mengatakan, Pemprov DKI telah menambah kapasitas RS Covid-19, semula 103 sekarang jadi 140 dari total 193 rumah sakit di Jakarta. Dari 32 RSUD ada 13 yang menjadi RS khusus Covid-19, seperti RSUD Kramat Jati.
"Lalu 19 RSUD lainnya 60 persen kapasitas itu disiapkan untuk Covid-19, 40 persen untuk penyakit lain," katanya.
Anies menuturkan, memang menambah tenda bagi pasien Covid-19 sangatlah mudah. Namun hal tersebut berbanding terbalik dengan jumlah tenaga kesehatan di Ibu Kota.
"Menambah tenda atau tempat tidur memang mudah, tapi menambah tenaga kesehatan tak mudah dan tak bisa secepat penambahan kasus Covid-19 ini. Kalau jumlah pasiennya bertambah terus, kita akan kerepotan," katanya.
Oleh sebab itu, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) tersebut mengajak masyarakat bisa membantu para tenaga kesehatan dengan mengurangi mobilitas di luar rumah. "Mari bantu tenaga kesehatan kita yang terbatas ini dengan mengurangi aktivitas di luar, karena tingginya potensi penularan dan percepatan perburukan dari varian Delta," ungkapnya.
Anies menuturkan, pada puncak bulan Januari masih lebih sering temukan gejala ringan. Sedangkan pada bulan ini lebih banyak ditemukan gejala sedang dengan desaturasi atau kekurangan oksigen dalam darah di bawah 90 persen.
"Jauh lebih cepat perburukannya," katanya.
Anies berpesan kepada seluruh pihak untuk saling menjaga. Penularan Covid-19 tidak hanya terjadi di ruang publik, tapi saat meeting, makan bersama, di kumpul dengan orang yang dikenal. Itulah potensi terbesar dari ruang privat yang tak mungkin diawasi oleh pemerintah.
"Mari jaga diri dengan disiplin 3M dan segera divaksinasi. Dengan menjaga diri, teman-teman juga ikut menjaga sesama dan jaga Jakarta," pungkasnya.