← Beranda

Warga: Parung Panjang Apakah Masih Wilayah Indonesia?

Ilham SafutraKamis, 16 November 2023 | 18.52 WIB
MACET TOTAL: Pengendara tidak bisa melintas di Jalan Parung Panjang Raya karena truk parkir di badan jalan pada Kamis (16/11/2023) pagi.

Jalan Rusak Bergelombang Dilintasi Truk Berat dan Makan Korban

JawaPos.com - Warga Parung Panjang, Kabupaten Bogor memprotes pemerintah. Mereka dihadapkan dengan ancaman polusi udara dan potensi terlindas truk setiap hari. Pasalnya, Jalan M Toha yang menjadi jalan utama di kecamatan itu adalah satu-satunya akses mereka gunakan. Bahkan Jalan M Toha atau Jalan Parung Panjang Raya itu terakses langsung ke Kabupaten Tangerang. Namun, di jalan raya itu hampir tiap hari, pagi, siang, dan malam dilintasi truk bertonase berat.

Dampak terbaru truk bermuatan berat menabrak dua mobil pribadi Jalan Parung Panjang pada Selasa (13/11) malam. Persisnya dekat pintu gerbang perumahan The River. Kondisi jalan menurun dan bergelombang. Sementara truk itu mengalami rem blong dan melindas dua mobil pribadi. Akibatnya satu orang meninggal dunia dan beberapa luka-luka.

Dampak dari kecelakaan itu arus lalu lintas macet total. Kendaraan dari arah Tangerang tidak bisa ke Parung Panjang. Begitu juga sebaliknya. Tidak ada jalan alternatif selain Jalan Parung Panjang Raya. Akibatnya perjalanan warga yang biasa menempuh 15 menit dari arah perbatasan Kabupaten Tangerang-Kabupaten Bogor ke rumahnya baru bisa dilewati tiga jam kemudian.

TERKUNCI: Lalu lintas terkunci karena ada kecelakaan di Jalan Parung Panjang, Selasa (14/11/2023) malam. Satu orang tewas.
TERKUNCI: Lalu lintas terkunci karena ada kecelakaan di Jalan Parung Panjang, Selasa (14/11/2023) malam. Satu orang tewas.

Tidak hanya itu, pantauan JawaPos.com pada Selasa malam, dua ambulans dari arah Parung Panjang yang tidak bisa melintas dan terpaksa harus menunggu jalan terurai. Padahal ambulans itu membawa orang sakit. Kendaraan sudah terlanjur padat dan tidak ruang manuver putar balik atau menepi.

Situasi itu sangat meresahkan warga Parung Panjang. Warga yang tergabung dalam Komunitas Parungpanjang Bersatu menuntut gubernur, bupati Bogor, dan aparat mengambil langkah konkret. Ketua Komunitas Parung Panjang Bersatu Tb. Ule Sulaeman mengatakan, hampir tiap hari terjadi kecelakaan lalu lintas. Korbannya terlindas truk. Belum lagi jalan rusak akibat dilintasi truk yang di luar kapasitas tonase jalan. Saat ini mulai musim hujan. Jalan begitu licin. Ketika musim kemarau berdebu.

"Kondisi seperti ini sampai kapan dibiarkan. Apakah pemerintah mau melihat setiap hari warga Parung Panjang meninggal mengenaskan akibat dilindas truk?" ujar Ule Sulaeman kepada JawaPos.com, Kamis (16/11).

Ule Sulaeman heran dengan minimnya perhatian pemerintah terhadap Parung Panjang. Padahal sebelum ketika era gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dijanjikan pembangunan jalan khusus tambang. Tapi hingga kini belum terlihat pelaksanaannya. "Sampai pak Emilnya sudah lengser pun tidak ada progresnya," keluhnya.

Beberapa bulan lalu truk sempat tertib melintas. Mereka melintas sesuai jam yang telah ditentukan. Baru bisa lewat pukul 21.00 sampai 05.00. Namun, semenjak Kabupaten Bogor dipimpin Bupati Iwan Setiawan, operasional makin berantakan. "Lebih parah lagi setelah tidak ada gubernur defenitif di Jawa Barat ini," bebernya.

Ule Sulaeman bersama warga lainnya sangat sedih. Wilayah tempat tinggalnya terasa dianaktirikan oleh pemerintah. Apalagi posisi Parung Panjang sangat berbetasan langsung dengan Kabupaten Tangerang. "Kesannya Parung Panjang ini, hidup segan mati tidak mau. Kami mempertanyakan, apakah Parung Panjang ini masih masuk wilayah Indonesia atau bukan?" tegasnya.

Menurut dia, nyaris tidak ada perhatian konkret dari Pemerintah untuk masyarakat atau Parung Panjang. Masyarakat kalah dengan ribuan truk yang melintas setiap hari. Masyarakat tidak bisa membendung truk yang jumlahnya ribuan.

Kabid Lalu Lintas Dishub Kabupaten Bogor Dadang Kosasih mengaku sudah mengambil tindak tegas atas kondisi buruknya lalu lintas di Parung Panjang. Merespons masyarakat, dia dan jajaran Dishub Kabupaten Bogor memutarbalikan truk yang masuk dari Tangerang ke arah Parung Panjang. "Kapasitas kami terbatas. Hanya itu yang bisa kami lakukan secara tupoksi," ujar Dadang.

MULAI TERTIB: Sejak ada penertiban t ruk oleh Dishub Kabupaten Bogor pada Rabu (15/11/2023), truk di Parung Panjang parkir di kantor parkir.
MULAI TERTIB: Sejak ada penertiban t ruk oleh Dishub Kabupaten Bogor pada Rabu (15/11/2023), truk di Parung Panjang parkir di kantor parkir.

Dia mengaku upaya preventif mesti ada dari pihak kecamatan aparat terkait, seperti kepolisian. Sejatinya jajaran Polsek Parung Panjang menangkal dari awal tidak membiar truk dari Parung Panjang melintas ke arah Tangerang di luar yang sudah ditentukan. Begitu juga sebaliknya. "Markas Polsek ada di pinggir Jalan M Toha. Terlihat jelas macet dan parahnya kondisi jalan itu," ungkapnya.

Saat ini, kata Dadang, pihaknya berusaha membuat portal jalan di perbatasan agar truk tidak masuk ke Parung Panjang di luar jam yang ditentukan. "Ini yang bisa kami lakukan sesuai UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan," ujar mantan Kasi Trantib Kecamatan Parung Panjang itu. Dia mengimbau masyarakat untuk tidak takut bertindak kepada truk yang beroperasi di luar jam operasional.

Pantauan JawaPos.com berita ini dirilis memang tidak ada lagi kemacetan. Hanya saja, Kamis pagi sempat terjadi kemacetan total beberapa jam karena truk parkir di jalan Parung Panjang Raya. Sementara ruas jalan hanya satu lajur. Belum lagi ada beberapa truk yang rusak dan memakan badan jalan. (*)

EDITOR: Ilham Safutra