← Beranda

Massa Penolak Coldplay di Senayan Ricuh, Tendang Tameng Brimob yang Mengepung

Tazkia Royyan HikmatiarRabu, 15 November 2023 | 22.17 WIB
Massa aksi penolak konser Coldplay di Persimpangan Jalan Gerbang Pemuda ke arah Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta, mulai ricuh.
 
 
 
JawaPos.com - Massa aksi penolak konser Coldplay di Persimpangan Jalan Gerbang Pemuda ke arah Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta, mulai ricuh. Massa mulai memanas karena pihak kepolisian melalui personel Brimob mengepung massa dengan tameng-tameng di lokasi massa yang menjadi tempat berkumpul.
 
"Tolong bubarkan aksinya. Tolong. Silakan tolong habib, hargai kami. Tolong bubarkan!" perintah salah satu polisi di atas mobil.
 
Namun, orator massa aksi menimpali untuk polisi tak melakukan hal tersebut. Tak dapat kesepahaman, pihak kepolisian tetap meminta pasukannya untuk merangsek
 
"Sisi kiri. Satu langkah maju, jalan!" 
 
Hal itu kemudian membuat massa yang dikepung menendang-nendang tameng yang dibawa oleh para pasukan Brimob. Beberapa pasukan tampak mundur. Kemudian lemparan-lemparan juga tampak terlihat.
 
 
Hingga kini, pihak kepolisian masih mengepung massa aksi. Suasana mulai stabil saat Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto melakukan negosiasi untuk memindahkan lokasi aksi.
 
Sebelumnya, aksi massa yang menolak konser Coldplay di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) ditahan oleh pihak kepolisian di jalan depan Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Rabu (15/11). Tampak ratusan massa dengan pakaian yang tak beraturan berkumpul. Beberapa massa juga tampak mengenakan seragam putih hijau khas FPI.
 
Pantauan JawaPos.com di lokasi, massa aksi yang mengatasnamakan Gerakan Nasional Anti (Geranati) LGBT itu tampak berhadap-hadapan dengan petugas kepolisian di sekitar GBK, yakni persimpangan Jalan Asia Afrika, Jalan Gelora, dan Jalan Gerbang Pemuda.
 
Atas komando dari orator, massa aksi tampak memaksa terus maju menuju Jalan Asia Afrika. Namun, mereka dihalangi oleh pihak kepolisian yang telah ada di lokasi. Saat ini, pihak kepolisian bahkan membuat tameng hitam dengan seragam lengkap personelnya.
 
 
 
EDITOR: Kuswandi