Sebelumnya diketahui bahwa kepadatan tersebut terjadi pada Minggu (17/5) pekan lalu. Setelah info itu beredar luas, Pemerintah Kota Tangerang bersama dengan Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) pun memutuskan untuk menyegel dan meminta pihak manajemen berhenti beroperasi sementara sejak 20 Mei lalu.
Kemudian, JawaPos.com pun menyambangi Mal CBD Ciledug tersebut. Ketika datang, terlihat bahwa mal itu telah beroperasi, namun terbatas.
Salah satu petugas yang enggan menyebutkan namanya ketika ditanya tenant apa saja yang beroperasi, ia mengatakan bahwa hanya kebutuhan dasar dan makanan saja.
"Carrefour buka, terus A&W sama KFC saja, yang lain tutup semua ya," ungkap dia kepada JawaPos.com, Rabu (27/5).
Salah seorang pegawai yang juga enggan menyebutkan namanya di Carrefour mengatakan bahwa jam operasionalnya mulai dari jam 10.00 hingga 20.00 WIB. Terkait kapan mulai beroperasi, dia tidak mau menjelaskannya. "Kita buka dari jam 10 pagi sampai jam 8 malam," tutur dia.
Sebagai informasi, sebelumnya Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kota, Kompol Abdul Rohim mengatakan, keramaian itu terjadi pada Minggu (17/5) pagi. Keramaian disebabkan adanya pengecekan suhu tubuh sebelum karwayan dan pengunjung memasuki area perbelanjaan.
“Itu sebagian karyawan CBD dan sebagian lagi pengunjung mal karena ada pengecekan suhu,” kata Abdul saat dihubungi, Selasa (19/5).
Akibat kerumunan tersebut, aparat kepolisian telah menegur langsung pihak manajemen dan menutup operasional CBD Cileduk pada Rabu (20/5).
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=vD9J2YwqRxA
https://www.youtube.com/watch?v=NnyRhw3KjCs
https://www.youtube.com/watch?v=HmAiV5mNpIw