"Tulang-tulang gedung tidak menyambung satu sama lain ini. Ini juga sudah terlalu lama dan kelihatan beton sudah lapuk dan basah. Dari engineering kita, Damkar dan Basarnas menilai tidak aman," ucap Budi di lokasi, Senin (6/1).
Melihat kondisi saat ini, Budi menyebut bangunan masih berpotensi roboh. oleh karena itu, seluruh warga yang berada di dalam gedung dilakukan evakuasi guna menghindari hal-hal tidak diinginkan.
Kondisi itu pula yang membuat petugas tidak bisa begitu saja masuk ke area gedung untuk melakukan evakuasi. "Kita akan laksanakan assesment dari luar hanya untuk meyakinkan saja kalau di dalam sudah betul-betul tidak ada korban manusia," imbuhnya.
Lebih lanjut, Budi menyebut, dari pendataannya sudah ada 11 korban dalam peristiwa ini. Tercatat pula ada beberapa orang yang diketahui bukan berasal dari dalam bangunan yang roboh. "Yang 3 (korban luka) lagi melintas. Ojol (ojek online) itu sudah kita evakuasi ke Rumah Sakit. Dua lansia. Jadi clear," jelasnya.
Sisanya yakni 8 orang adalah karyawan yang bekerja di dalam bangunan itu. Lima orang diantaranya sempat terjebak di lantai 2 bangunan. Namun, saat dievakuasi petugas, mereka tidak mengalami luka-luka.
Sedangkan, 3 orang lainnya adalah karyawan Alfamart yang lokasinya di lantai dasar. Saat kejadian mereka berhasil menyelamatkan diri. "Itu 3 orang dapat lakukan evakuasi mandiri yang jaga toko," pungkas Budi.