Ditemui usai menggelar akad kredit kepemilikan rumah, Firman mengatakan sangat bahagia sebab akhirnya memiliki rumah sendiri. Karena sebelumnya, dia tinggal menumpang di rumah orang tuanya.
"Kami berdua sangat senang bisa tinggal di sini. Akhirnya ada program DP nol persen ini, dengan patungan, kami berdua melakukan pembayarannya dan alhamdullilah bisa (punya rumah)," ujar Firman di Klapa Village, Jakarta Timur, Sabtu (31/8).
Firman menuturkan, sudah lama dirinya ingin memiliki rumah sendiri. Namun, karena harga properti di Jakarta yang begitu mahal, dia tak kunjung membeli rumah. Sampai akhirnya ada program rumah DP 0 Rupiah yang dianggapnya sangat membantu.
"Bagaikan mimpi, selama ini kan saya masih numpang di orang tua, terus masih wara-wiri sana-sini. Mustahil bagi kami punya rumah sendiri. Apalagi dengan penghasilan kami yang secukupnya," jelasnya.
Firman menambahkan, mengetahui program DP 0 Rupiah ini setelah mengunjungi kantor Dinas Perumahan di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Saat itu dia mencari hunian di rusun Cipinang, namun menurut petugas sudah tidak ada unit yang kosong.
Petugas kemudian memberi informasi bahwa pada saat itu ada program rumah DP 0 Rupiah. Untuk pendaftarannya sedang dibuka. Tak berpikir panjang dia pun mencoba peruntungan tersebut. Hingga akhirnya dia mendapat unit ukuran 21 dengan luas bangunan 24 meter persegi tipe satu kamar. Selama tenor pembayaran 15 tahun, dia hanya merogoh kocek angsuran Rp 1,6 juta per bulan.
Sebelumnya, Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan serah terima kunci kepada 50 calon penghuni gelombang pertama Rusunami Klapa Village, Jakarta Timur atau yang lebih dikenal rumah DP Rp 0. Sebelum diberi kunci, dilangsungkan terlebih dahulu akad kredit oleh calon penghuni.
Untuk diketahui, hunian DP 0 Rupiah di Pondok Kelapa itu dibangun di atas lahan 5.686 m2, dengan total 21 lantai, terdiri dari 780 unit yang dibagi menjadi 3 tipe, yaitu pertama tipe studio berjumlah 240 unit, dengan kisaran harga setiap unit Rp 184,8 – 195,8 juta; tipe 1 kamar berjumlah 180 unit, dengan kisaran harga per unit Rp 210,7 - 213,4 juta; dan tipe 2 kamar berjumlah 360 unit, dengan kisaran harga tiap unit Rp 304,9-310,6 juta. Adapun fasilitas yang terdapat di hunian ini di antaranya, Balai Warga, PAUD, Taman Bermain Anak, Musala, dan bus Transjakarta. Selain itu, hunian juga dekat dari pasar dan sekolah.