JawaPos.com - Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva mengumumkan secara resmi bahwa negaranya menarik duta besar mereka untuk Israel pada hari Selasa.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap apa yang disebut sebagai bahaya pendudukan Israel, yang diungkapkan dalam pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri Brasil.
Dilansir dari Antara Selasa (20/2), dalam pernyataannya, Menteri Luar Negeri Mauro Vieira mengonfirmasi bahwa Duta Besar Israel, Daniel Zonshine, telah dipanggil untuk konsultasi di Rio de Janeiro.
Baca Juga: Israel Ancam Serang Rafah hingga Bulan Ramadhan Jika Hamas Tak Bebaskan Sandera
Tidak hanya itu, Duta Besar Brasil untuk Israel, Federico Mayer, yang seharusnya berangkat ke Brasil, juga dipanggil untuk berkonsultasi mengenai perkembangan situasi tersebut.
Presiden Brasil, dalam pidatonya di Konferensi Tingkat Tinggi Uni Afrika di Addis Ababa, secara tegas menyatakan pandangannya bahwa apa yang terjadi di Jalur Gaza bukanlah sekadar perang biasa, melainkan genosida yang terjadi.
Pernyataan ini mencerminkan keprihatinan mendalam Brasil terhadap kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut.
Baca Juga: Maksimalkan Gempuran di Gaza, Israel Dikabarkan Gunakan Senjata yang Didukung AI
Dengan menandai situasi di Gaza sebagai genosida, Presiden Brasil menunjukkan komitmen yang kuat untuk mendukung hak asasi manusia dan keadilan di tingkat internasional.
Langkah ini juga memperkuat posisi Brasil dalam memperjuangkan perdamaian dan keadilan di Timur Tengah.
Pernyataan keras tersebut menyoroti keprihatinan mendalam Brasil terhadap situasi di wilayah tersebut dan menunjukkan solidaritasnya dengan Palestina.
Baca Juga: G7 Bersatu untuk Palestina: Tuntut Israel Hentikan Agresi Militer
Dengan menarik duta besar mereka untuk Israel, Brasil secara tegas menyampaikan kecaman terhadap tindakan pendudukan dan kekerasan yang terjadi di Palestina.
Keputusan ini juga dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap hubungan bilateral antara Brasil dan Israel, serta membawa isu konflik Palestina-Israel ke sorotan internasional lebih lanjut.