← Beranda

Ribuan Pelancong Padati Perbatasan Singapura dan Malaysia

Dimas RyandiSenin, 4 April 2022 | 19.15 WIB
Photo
JawaPos.com - Perbatasan Singapura dan Malaysia kini semakin ramai. Ribuan pelancong tiap hari melintas antara Johor dan Singapura sejak perbatasan darat dibuka kembali pada 1 April. Mereka kini bebas melintas tanpa harus tes uji Covid-19. Para ahli tak khawatir ramainya situasi itu bakal meningkatkan kasus Covid-19.

Para ahli tidak khawatir tentang bagaimana hal ini berpotensi berdampak pada situasi Covid-19. Pada pukul 5 sore pada tanggal 1 April, sekitar 33.700 pelancong telah melintasi perbatasan.

Wakil dekan penelitian di Saw Swee Hock School of Public Health di National University of Singapore, Associate Professor Alex Cook, mencatat bahwa situasi epidemi di Singapura dan Malaysia cukup mirip mengingat kedua negara memiliki jumlah kematian yang sama per tahun. Menurutnya, ada insiden lebih tinggi dari kasus yang didiagnosis di Singapura, sekitar dua kali lipat Malaysia, tetapi kematian per kapita serupa.

"Jadi perbedaan jumlah kasus ini bisa jadi karena kepastian kasus yang lebih tinggi," katanya seperti dilansir dari Straits Times, Senin (4/4).

Kedua negara juga mengalami penurunan jumlah kasus dan tingkat vaksinasi yang tinggi di kalangan orang dewasa. Mengingat kesamaan itu, kata dia, orang-orang yang melintasi perbatasan memiliki risiko yang sangat mirip.

"Sehingga efek mengizinkan penyeberangan perbatasan harus mendekati netral pada epidemi kedua negara” tambah Prof Cook.

"Keuntungan sosial dan ekonomi dari penghapusan pembatasan akan jauh lebih besar daripada tambahan kasus Covid-19," kata Dekan Sekolah Kesehatan Masyarakat Saw Swee Hock Profesor Teo Yik Ying.

Perbatasan selama ini telah ditutup sejak 17 Maret 2020. Dengan dibuka kembali banyak keluarga berkumpul kembali untuk pertama kalinya.

"Aturan sebelumnya membuat perjalanan secara administratif lebih mahal, terutama bagi mereka yang sering mengunjungi Singapura dan Johor hampir setiap hari,” tambahnya.

Menurut ahli, jika pun ada peningkatan kasus, tak akan signifikan. “Bahkan jika ada sedikit peningkatan dalam kasus Covid-19 karena ini, sangat kecil kemungkinannya akan berdampak pada situasi Covid-19 secara keseluruhan di Singapura," jelasnya.
EDITOR: Dimas Ryandi