← Beranda

Gempa Jepang Bermagnitudo 7,6 Akibatkan Korban Jiwa dan Puluhan Orang Luka-luka

Muhammad Irfan HabibiSelasa, 2 Januari 2024 | 16.17 WIB
Gerbang Torii di Kuil Onohiyoshi yang runtuh akibat gempa bumi yang melanda kota Kanazawa, prefektur Ishikawa, Jepang 1 Januari 2024 (REUTERS)

 

JawaPos.com – Gempa berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang Jepang pada Senin (1/1) mengakibatkan setidaknya empat orang dinyatakan meninggalkan dunia oleh Pemerintah Prefektur Ishikawa, Selasa (2/1).

Pihak berwenang setempat menerima informasi jika terdapat enam orang terkubur dalam reruntuhan rumah di wilayah yang diguncang gempa yang terjadi pukul 16.10 waktu setempat.

Mengutip Antara, sekitar 30 orang mengalami luka-luka di Ishikawa dan prefektur lainnya yang terdampak gempa. Selain itu, 32 ribu rumah di Ishikawa juga dikabarkan kehilangan aliran listrik.

Sementara kondisi pembangkit listrik tenaga nuklir yang terletak di Shika Ishikawa tidak terdapat kerusakan yang signifikan.

Petugas pemadam kebakaran di Wajima pun melaporkan akibat gempa ini juga mengakibatkan kebakaran dan runtuh di kota tua yang terdapat banyak bangunan kayu.

“Sepertinya lebih dari 10 bangunan terbakar,” kata seorang pria yang tinggal di kota tersebut.

Gempa tersebut dan gempa susulan yang terjadi di Jepang juga mengganggu transportasi umum, layanan kereta api Shinkansen di Tohoku, Joetsu, dan Hokuriku, dan mengakibatkan pembatalan 25 penerbangan maskapai All Nippon Airways dan Japan Airlines.

Baca Juga: 5 Orang Dinyatakan Tewas Setelah Gempa 7,6 Mengguncang Jepang

Sementara itu, layanan kereta api yang menghubungkan Tokyo dan Osaka di jalur Tokaido Shinkansen JR Central sempat terhenti setelah sistim mendeteksi gempa dan mematikan listrik. Peristiwa ini mengakibatkan penundaan yang berdampak sekitar 100 ribu orang.

Menanggapi kejadian gempa di Jepang, Kedutaan Besar RI (KBRI) Tokyo dan Konsulat Jenderal RI (KJRI) Osaka mengimbau warga negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah yang terdampak gempa untuk tetap waspada.

“WNI diminta untuk tetap waspada terhadap gempa susulan dan tsunami dan selalu memantau informasi dan arahan otoritas setempat. Peringatan tsunami di sepanjang pesisir barat Jepang masih belum dicabut hingga malam hari ini waktu Jepang,” kata KBRI Tokyo dalam keterangannya, Senin(1/1).

KBRI Tokyo dan KJRI Osaka berkoordinasi dengan otoritas setempat dan menghubungi sejumlah simpul masyarakat di wilayah terdampak untuk memastikan kondisi WNI. Selain itu, juga mengimbau untuk melakukan evakuasi mandiri terlebih dahulu.

KBRI Tokyo mencatat setidaknya terdapat 3.791 WNI yang berada di Ishikawa, Toyama, dan Niigata.

Sementara itu, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Daryono menuturkan tsunami yang terjadi setelah gempa di Jepang tersebut tidak berdampak pada wilayah Indonesia.

"Berdasarkan analisis modeling tsunami BMKG, gempa Jepang M7.4 tersebut tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia dan negara-negara Samudra Hindia," katanya.

***

EDITOR: Novia Tri Astuti