← Beranda

Tak Hanya Sekali, Penyebar Cuplikan Trailer GTA VI Pernah Retas Perusahaan Besar Lain

Rizal Rosyid AnnafiSabtu, 23 Desember 2023 | 04.33 WIB
GTA VI, Salah Satu Game yang Sedang DIgarap Rockstar Games Sempat Dibocorkan Ke Internet Oleh Hacker Lapsus$. / Sumber : Rockstar Games

 

 

JawaPos.com – Arion Kurtaj, seorang remaja 18 tahun yang menjadi bagian salah satu kelompok hacker Lapsus$ dan menyebarkan cuplikan trailer GTA VI akhirnya menjalani sidang.

Ia bersama seorang remaja lain yang tidak disebutkan namanya karena masih berusia 17 tahun diketahui sempat meretas studio pembuat game GTA yakni Rockstar Games.

Mengutip Sky News, ia berhasil mencuri source code dan beberapa cuplikan penting mengenai game GTA VI sebelum trailer perdananya dirilis pada 5 Desember 2023 lalu.

Hakim yang memimpin persidangan tersebut yakni Patricia Lees mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan kedua remaja tersebut merugikan Rockstar Games.

“tindakan mereka merugikan perusahaan tersebut baik itu dari sisi pemasaran maupun sisi pekerja mereka,” ujarnya.

Kerugian keuangan yang harus diterima oleh perusahaan yang juga membuat game Red Dead Redemption itu mencapai USD 1,5 Juta atau sekitar Rp 23 Miliar dengan nilai kurs Rp 15.428.

Arion sendiri merupakan seorang remaja yang mengidap autisme sehingga tidak dapat menghadiri persidangan secara langsung atas saran dari psikiater.

Berdasarkan undang-undang kesehatan mental yang berlaku di Inggris, maka dia harus menjalani hukuman di rumah sakit yang dijaga oleh aparat hukum disana.

Baca Juga: Karakternya Muncul di Trailer GTA 6, Joker Florida Tuntut Rockstar Games hingga Rp 31 Miliar!

Ia harus berada disana sepanjang hidupnya hingga sekretaris kehakiman memberikan izin untuk membebaskannya.

Sementara itu remaja yang masih berusia 17 tahun dihukum untuk menjalani rehabilitasi dengan pengawasan selama 18 bulan.

Selain itu ia juga tidak diizinkan menggunakan perangkat komputer selama 6 bulan dengan alasan untuk mencegah penggunaan Virtual Private Network (VPN).

Pernah Meretas Nvidia hingga Uber

Dilansir dari The Verge, Arion Kurtaj sebelumnya telah melakukan peretasan pada beberapa perusahaan besar.

Perusahaan teknologi seperti Nvidia dan Uber turut menjadi korban dirinya bersama anggota kelompok hacker Lapsus$ lainnya.

Kelompok tersebut berhasil mencuri 250GB data dari perusahaan pengembang kartu grafis tersebut pada 23 Februari 2022 lalu.

Mereka mengancam akan menyebarkan data-data penting dari Nvidia ke internet apabila perusahaan tersebut tidak menjadikan perangkat kartu grafis mereka open-source bagi pengguna.

Baca Juga: Rockstar Tidak Memasukkan PC sebagai Rencana Perilisan Platform GTA 6 pada 2025 Mendatang

Selain itu salah satu perusahaan transportasi yakni Uber juga menjadi sasaran Arion dan kelompok hacker tersebut.

Kejadian tersebut dialami oleh perusahaan pada 16 September 2022 lalu, kabar tersebut diumumkan melalui akun Twitter atau X milik mereka (@Uber_Comms).

Mereka berhasil mengakses salah satu akun kontraktor Uber yang sebelumnya mengalami peretasan dengan membeli data akun tersebut di Black Market.

Setelah berhasil masuk ke akun tersebut, mereka langsung berusaha mengakses akun lain dan berusaha meretas layanan G Suite dan Slack milik karyawan.

Pihak Uber mengklaim data-data sensitif seperti profil pengguna maupun media pembayaran yang digunakan tidak terdampak oleh peretasan ini.

 ***

EDITOR: Novia Tri Astuti