← Beranda

Artileri Serang Kamp Pengungsi di Myanmar, Tewaskan Hingga 29 Orang

Aulia RamadhaniRabu, 11 Oktober 2023 | 06.58 WIB
ILUSTRASI. Sebuah kota di negara bagian Kachin, Myanmar. (Khin Maung Win/AP)

JawaPos.com - Serangan artileri terjadi di kamp pengungsi, negara bagian Kachin, Myanmar, yang terjadi sekitar pukul 23.30 pada Senin malam (9/10). Dalam serangan tersebut, sedikitnya memakan korban hingga 29 orang termasuk tewasnya anak-anak kecil.

Dilansir dari The Guardian, Selasa (10/10), puluhan orang lainnya terluka dalam serangan tersebut. Gambar yang belum diverifikasi di media sosial menunjukkan para pria membawa korban, termasuk seorang anak kecil, dari reruntuhan dalam kegelapan.

Organisasi Kemerdekaan Kachin (KIO), sebuah kelompok politik yang telah lama mengupayakan otonomi lebih besar bagi etnis minoritas Kachin, mengatakan 29 orang tewas dan 57 lainnya luka-luka.

Baca Juga: Di Noise No Cancel, Wali Kota Surabaya Imbau Pemuda Tidak Golput Pada 2024

Ditemukan suatu bukti bahwa serangan itu berasal dari artileri berat, bukan serangan udara seperti yang diperkirakan sebelumnya.

Seorang aktivis Kachin yang berbasis di Laiza, mengatakan kepada Guardian bahwa perkiraan jumlah korban tewas bervariasi, yaitu 33 orang tewas, termasuk 13 anak-anak, hingga seorang bayi berusia tiga bulan yang juga ikut meninggal.

Dia menambahkan bahwa jumlah korban tewas bisa bertambah karena kamp tersebut mencakup area yang luas dan para sukarelawan masih melakukan pencarian jenazah.

Rumah-rumah di kamp dibangun di atas pegunungan, sehingga rumah-rumah tersebut terkubur di bawah tanah.

“Rumah-rumah di kamp sangat tertutup satu sama lain, sehingga situasinya benar-benar kacau, serangan itu merupakan tindakan tidak manusiawi yang dilakukan militer,” kata seorang aktivis

Daerah yang terkena serangan tersebut dekat perbatasan dengan Tiongkok, sehingga sering menjadi lokasi bentrokan bersenjata selama beberapa bulan terakhir. PBB telah memperingatkan terbatasnya akses kemanusiaan di negara bagian Kachin.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah