← Beranda

Mau Diperpanjang sampai Probolinggo, Ini Daftar Stasiun Pemberhentian Kereta Commuter SUPAS

Rian AlfiantoRabu, 28 Januari 2026 | 00.47 WIB
Ilustrasi penumpang KA di Stasiun Surabaya Gubeng. (Humas KAI Daop 8 Surabaya)

 

JawaPos.com - Kereta Commuter Line SUPAS (Surabaya–Pasuruan) selama ini dikenal sebagai salah satu moda transportasi paling terjangkau di wilayah Jawa Timur bagian timur.

Dengan tarif flat Rp 6.000, kereta lokal ini menjadi andalan masyarakat yang bepergian dari Surabaya menuju Sidoarjo hingga Pasuruan, baik untuk bekerja, sekolah, maupun keperluan harian lainnya.

Seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas, KAI Commuter Daop 8 Surabaya merencanakan perpanjangan layanan SUPAS hingga Stasiun Probolinggo mulai Maret 2026.

Rencana ini kerap disebut sebagai SUPASPRO dan dinilai akan memperluas akses transportasi publik berbasis rel di kawasan Tapal Kuda.

Sebelum perpanjangan itu terealisasi, masyarakat perlu memahami lebih dulu stasiun-stasiun pemberhentian yang saat ini dilayani oleh Commuter Line SUPAS. Informasi ini penting, terutama bagi calon penumpang baru yang ingin menyesuaikan titik naik dan turun kereta.

Daftar Stasiun Pemberhentian Commuter Line SUPAS

Saat ini, Commuter Line SUPAS melayani rute dari Stasiun Surabaya Kota hingga Stasiun Pasuruan. Sepanjang perjalanan, kereta ini berhenti di sejumlah stasiun yang berada di jalur utama Surabaya–Bangil.

Berikut daftar stasiun pemberhentian Commuter Line SUPAS:

Stasiun Surabaya Kota

Menjadi titik awal keberangkatan dari pusat Kota Surabaya. Stasiun ini strategis bagi penumpang dari wilayah Surabaya Utara dan sekitarnya.

Stasiun Surabaya Gubeng

Salah satu stasiun tersibuk di Jawa Timur yang melayani berbagai jenis kereta. SUPAS berhenti di sini untuk mengakomodasi penumpang transit.

Stasiun Wonokromo

Pemberhentian penting bagi penumpang dari Surabaya Selatan. Lokasinya dekat kawasan permukiman dan pusat aktivitas warga.

Stasiun Waru

Mulai memasuki wilayah Kabupaten Sidoarjo. Stasiun ini kerap dimanfaatkan pekerja komuter dari kawasan industri.

Stasiun Gedangan

Berada di area padat aktivitas ekonomi dan perumahan, menjadi salah satu titik naik-turun favorit penumpang SUPAS.

Stasiun Sidoarjo

Stasiun utama di Kabupaten Sidoarjo yang melayani arus penumpang cukup besar setiap harinya.

Stasiun Tanggulangin

Melayani penumpang dari wilayah selatan Sidoarjo, termasuk kawasan permukiman dan sentra UMKM.

Stasiun Porong

Stasiun ini cukup strategis karena berada di jalur utama menuju Pasuruan dan Malang.

Stasiun Bangil

Menjadi simpul penting sebelum masuk ke wilayah Kota Pasuruan. Banyak penumpang turun dan naik di stasiun ini.

Stasiun Pasuruan

Titik akhir layanan Commuter Line SUPAS saat ini, sekaligus pusat mobilitas masyarakat Kota Pasuruan.

Rencana Perpanjangan hingga Probolinggo

Dalam pengembangan ke depan, Commuter Line SUPAS direncanakan akan diperpanjang dari Pasuruan menuju Probolinggo. Jika terealisasi, jalur ini akan menambah beberapa stasiun pemberhentian baru di wilayah Pasuruan timur hingga Probolinggo.

Perpanjangan ini diharapkan dapat menghubungkan lebih banyak kawasan permukiman dan pusat aktivitas ekonomi, sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat pada kendaraan pribadi.

Tarif, Armada, dan Waktu Tempuh

Untuk layanan saat ini, tarif Commuter Line SUPAS masih dipatok Rp 6.000 per perjalanan. Sementara itu, untuk rute SUPASPRO, tarif diperkirakan naik menjadi sekitar Rp 8.000, namun tetap tergolong ekonomis.

Kereta ini menggunakan armada kereta rel diesel dan rangkaian ekonomi, dengan waktu tempuh Surabaya–Pasuruan sekitar 1 jam 57 menit, tergantung kondisi lintasan.

Dengan daftar stasiun yang mencakup kawasan padat penduduk dan industri, Commuter Line SUPAS terus menjadi pilihan transportasi publik yang relevan.

Rencana perpanjangan hingga Probolinggo semakin memperkuat peran kereta komuter sebagai tulang punggung mobilitas masyarakat Jawa Timur.

Bagi penumpang yang mencari perjalanan hemat, terjadwal, dan relatif bebas macet, memahami stasiun pemberhentian SUPAS menjadi langkah awal sebelum memanfaatkan layanan ini secara optimal.

EDITOR: Estu Suryowati