← Beranda

Zayn Malik Tercantum dalam Dokumen Epstein sebagai Figur Anti Israel di Industri Hiburan Global

Risma Azzah FatinSenin, 9 Februari 2026 | 16.01 WIB
Zayn Malik (IMDb)

JawaPos.com – Nama Zayn Malik kembali menjadi sorotan setelah tercantum dalam berkas pribadi mendiang Jeffrey Epstein yang baru dibuka ke publik.

Dilansir dari laman Roya News pada Senin (9/2), Dokumen tersebut memuat daftar figur publik yang dikategorikan sebagai selebriti ‘anti-Israel'. Kemunculan nama mantan anggota One Direction itu memicu perhatian luas di industri hiburan global.

Berkas yang berasal dari tahun 2014 tersebut berjudul ‘Selebriti Anti-Israel dan Merek Mereka’. Dokumen itu tidak hanya mencantumkan nama tokoh terkenal, tetapi juga mengaitkan mereka dengan sponsor dan mitra komersial.

Baca Juga: Mantan Pangeran Inggris Andrew Tinggalkan Royal Lodge Windsor di Tengah Gelombang Baru Kontroversi Epstein

Hal ini bertujuan yang diduga untuk memetakan tekanan ekonomi terhadap selebriti yang bersuara mendukung Palestina.

Zayn Malik tercatat dalam konteks dukungannya terhadap Palestina saat konflik Gaza 2014. Saat itu, ia mengunggah tagar #FreePalestine di media sosial. Unggahan sederhana tersebut disebut menjadi dasar pelabelan sikap politiknya dalam dokumen tersebut.

Selain Zayn Malik, sejumlah nama besar dunia hiburan juga tercantum dalam berkas yang sama. Mereka antara lain Emma Thompson, Penelope Cruz, Javier Bardem, hingga Roger Waters. Dokumen itu menggambarkan adanya pemantauan sistematis terhadap sikap politik para selebriti.

Baca Juga: Intip Interior Misterius Rumah Jeffrey Epstein di New York yang Penuh Jaringan Elite dan Artefak Kontroversial

Berkas Epstein juga menunjukkan dugaan pola pembungkaman di industri hiburan melalui tekanan sponsor dan studio.

Selebriti yang dianggap kontroversial berisiko kehilangan kontrak dan kesempatan kerja. Praktik ini dinilai sebagai bentuk boikot tidak langsung yang sulit dibuktikan secara terbuka.

Kemunculan kembali dokumen tersebut menimbulkan perdebatan mengenai kebebasan berekspresi di kalangan figur publik.

Kasus Zayn Malik memperlihatkan bahwa dukungan terhadap isu kemanusiaan dapat berdampak panjang pada karier. Berkas ini sekaligus membuka diskusi baru tentang relasi kekuasaan, politik, dan industri hiburan global.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho