JawaPos.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membuat terobosan. Mereka meluncurkan Sekolah Lapang Iklim (SLI).
Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan literasi iklim dan diseminasi informasi iklim untuk pertanian. Termasuk menghadapi kondisi iklim ekstrem.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, SLI hadir sebagai implementasi Intruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2011, yaitu Pengamanan Produksi Beras Nasional.
"Kami juga ingin terus mendukuing program Nawacita pemerintah. Dalam hal ini mewujudkan kemandirian ekonomi lewat SLI," kata Dwikorita kepada JawaPos.com, Minggu (7/5).
Nantinya, SLI berperan sebagai penyedia informasi dan petani sebagai end-user berinteraksi melalui penyuluh petani lapangan.
Tujuannya meningkatkan kemampuan petani dalam mengantisipasi iklim ekstrem untuk Mendukung Ketahanan Pangan.
Dwikorita mengungkapkan bahwa pada saat ini Indonesia sedang memasuki era inovasi digital 4.0. Di era ini yang paling mahal adalah waktu.
"Oleh karena itu BMKG berkomitmen menambah pelayanan digital untuk memudahkan dan mempercepat pelayanan untuk masyarakat. salah satunya pelayanan terhadap petani," kata dia.
Dia menjelaskan bahwa penyebaran informasi cuaca dan iklim dengan cara digital, akan meningkatkan kecepatan dan ketepatan pelayanan BMKG terhadap petani di seluruh wilayah Indonesia.
Sehingga petani bisa mendapatkan informasi terkait cuaca, iklim dan kualitas udara dengan lebih cepat, tepat dan akurat dengan memanfaatkan aplikasi mobile phone.
"Dengan peningkatan layanan informasi cuaca dan iklim secara digital maka ketahanan pangan di Indonesia juga bisa semakin ditingkatkan," pungkas Dwi.