JawaPos.Com - Puasa sunnah Asyura merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan.
Puasa sunnah Asyura, dinilai menjadi salah satu cara mendekatkan kepada Allah dan menambah amalan kebaikan.
Berdasarkan ajaran Rasulullah, puasa sunnah Asyura dilakukan pada 10 Muharram yakni pada 17 Juli 2024.
Seperti yang diketahui, dari 12 bulan di penanggalan islam hanya ada empat bulan yang dianggap mulia.
Dalam surah At Taubah ayat 36 dan hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, diantaranya adalah bulan DzulQa'dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab.
Salah satu dari keempat bulan yang dianggap mulia yaitu bulan Muharram yang jatuh pada bulan Juli tahun ini.
Baca Juga: Berikut 3 Bacaan Niat Puasa Sunnah Menjelang Idul Adha Lengkap dengan Latin dan Artinya
Bulan mulia ini para umat muslim jadi berbondong-bondong untuk mencari pahala dengan melaksanakan ibadah sunnah seperti puasa.
Dilansir dalam laman MUI, Muhammadiyah dan pemerintah menetapkan 10 Muharram pada 16 Juli 2024 sedangkan NU pada 17 Juli 2024.
Niat puasa sunnah Asyura:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatil âsyûrâ lillâhi ta‘âlâ.
“Aku berniat puasa sunnah Asyura esok hari karena Allah Swt.”
Jika niatnya dilakukan pada saat siang hari, sebelum tergelincirnya matahari maka lafalnya sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء أو عَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatit Tasû‘â awil âsyûrâ lillâhi ta‘âlâ
“Aku berniat puasa sunnah Tasu’a atau Asyura hari ini karena Allah SWT.”
Keutamaan Puasa Azyura 10 Muharram
Kemudian keutamaan lain dari puasa Asyura adalah antusiasnya Nabi SAW dalam melaksanakan puasa tersebut. Diceritakan dalam hadits riwayat Imam Bukhari dari Ibnu Abbas Ra.:
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صِيَامَ يَوْمٍ فَضَّلَهُ عَلَى غَيْرِهِ إِلَّا هَذَا الْيَوْمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَهَذَا الشَّهْرَ يَعْنِي شَهْرَ رَمَضَانَ
"Tidak pernah aku melihat Nabi SAW sengaja berpuasa pada suatu hari yang Beliau istimewakan dibanding hari-hari lainnya kecuali hari 'Asyura' dan bulan ini, yaitu bulan Ramadhan". (HR. Bukhari)
Namun, perlu dipahami bahwa anjuran puasa di bulan Muharram tidak hanya Tasu'a dan Asyura saja. Berdasarkan hadits:
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ؛ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ؛ صَلَاةُ اللَّيْلِ
"Puasa paling utama setelah Ramadhan adalan berpuasa di bulan Allah, yaitu Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam." (HR Muslim, Tirmidzi, Abu Daud, Nasai, Ibn Majah, Darimi, dan Ahmad)
***