JawaPos.com - Zero waste lifestyle merupakan salah satu gaya hidup yang mulai populer di masyarakat dunia dalam beberapa tahun terakhir. Gaya hidup ini mengedepankan perubahan pola konsumsi untuk mencegah penumpukan sampah melalui berbagai cara. Hal tersebut meliputi penggunaan kembali produk, daur ulang, dan memilah sampah dengan cermat. Bukan hanya membantu penanganan pemanasan global, zero waste adalah bagian dari pola hidup bersih dan sehat.
Apa itu Zero Waste Lifestyle?
Zero waste lifestyle adalah suatu konsep dan gaya hidup di mana kita berupaya untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan produksi sampah yang tidak dapat terurai atau didaur ulang. “Gaya hidup ini bertujuan untuk meminimalkan jumlah sampah yang dihasilkan setiap harinya dan menekankan untuk menghindari penggunaan produk sekali pakai. Hal ini diharapkan dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya alam yang terbatas,” dikutip dari djkn.kemenkeu.go.id pada Selasa (11/6).
Prinsip Zero Waste Lifestyle
Dilansir dari pusfaster.bsilhk.menlhk.go.id Selasa (11/6), disebutkan bahwa penanganan sampah dilakukan berdasarkan prinsip 5R, yaitu:
1. Refuse
Menolak hal-hal yang bisa menghasilkan sampah. Seperti menolak penggunaan kantong plastik saat sedang berbelanja.
2. Reduce
Mengurangi penggunaan barang yang dapat memproduksi sampah berlebih.
3. Reuse
Menggunakan kembali barang yang sudah dipakai. Contoh penerapannya seperti menggunakan botol minum agar dapat digunakan berkali-kali.
4. Recycle
Mendaur ulang sampah yang ada untuk dijadikan barang bernilai guna. Contohnya mengubah sampah galon air menjadi pot bunga.
5. Rot
Membusukkan sampah organik. Seperti mengolahnya menjadi pupuk kompos.
Manfaat Zero Waste Lifestyle
1. Mendukung Penanganan Pemanasan Global
Zero waste lifestyle adalah bentuk kontribusi nyata dalam mengatasi perubahan iklim, salah satunya dengan mengurangi produksi sampah. Dengan mengurangi produksi sampah, kita dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dan menangani perubahan iklim.
2. Menghemat Pengeluaran
Memberikan manfaat dari segi finansial, terutama dalam hal menghemat biaya pengeluaran. Dengan mengurangi konsumsi produk sekali pakai dan beralih ke barang yang dapat digunakan kembali, kita dapat menghemat pengeluaran sehari-hari.
3. Meningkatkan Kesehatan
Dalam gaya hidup zero waste, kita cenderung memilih makanan atau produk yang sehat dan alami serta memilih menghindari makanan cepat saji yang sering dikemas dengan bahan kimia dan plastik. Hal ini tentu membantu meningkatkan kesehatan dan mengurangi risiko terkena penyakit.
4. Meningkatkan Kreativitas
Mendorong kreativitas dalam memanfaatkan barang-barang yang ada. Misalnya, memperbaiki benda rusak atau membuat produk baru dari barang-barang yang sudah tidak terpakai. Hal ini dapat membantu meningkatkan kreativitas dan keterampilan dalam membuat barang-barang yang lebih berguna.
5. Meminimalisasi Sampah
Dengan menerapkan prinsip zero waste lifestyle, seperti penggunaan ulang, jumlah sampah yang awalnya berakhir di Tempat Pembuangan Sampah (TPA) dapat dikurangi secara signifikan.
Cara Menerapkan Gaya Hidup Zero Waste
Dilansir dari djkn.kemenkeu.go.id pada Selasa (11/6), berikut adalah beberapa cara untuk memulai atau menerapkan gaya hidup zero waste:
1. Memanfaatkan bahan/barang yang ramah lingkungan
2. Daur ulang barang yang tak terpakai
3. Kurangi penggunaan plastik
4. Jauhi gaya hidup konsumtif
5. Pisahkan sampah organik dan anorganik